Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BPBD Kotim Jajaki Modifikasi Cuaca dengan Provinsi, Antisipasi Kekeringan dan Karhutla

Usay Nor Rahmad • Jumat, 25 Juli 2025 | 17:19 WIB

Seorang petani memadamkan api yang menjalar ke kebun karetnya saat musim kemarau. (Dokumentasi usay Nor Rahmad untuk Radar Sampit)
Seorang petani memadamkan api yang menjalar ke kebun karetnya saat musim kemarau. (Dokumentasi usay Nor Rahmad untuk Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) tengah menjajaki rencana operasi modifikasi cuaca (OMC) bersama pemerintah provinsi.

Tujuannya jelas: mengantisipasi ancaman kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, menyatakan bahwa hingga saat ini rencana tersebut belum dikonfirmasi sepenuhnya.

Status siaga baru ditetapkan di kabupaten Gunung Mas dan kota Palangka Raya, sementara wilayah Kotim masih dalam tahap koordinasi awal.

“Kami lakukan koordinasi dengan Provinsi,” ujarnya, Jumat (25/7/2025)

Langkah ini sejalan dengan upaya di beberapa daerah lain, seperti Riau, di mana operasi modifikasi cuaca telah terbukti mengurangi titik panas karhutla secara signifikan.

Operasi yang dilakukan oleh BNPB dan BMKG bersama mitra swasta ini mencakup 14 sortie penerbangan menggunakan total 12.600 kg garam dapur untuk merangsang hujan buatan.

Menurut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, teknik ini telah membantu menurunkan jumlah titik api dari ribuan menjadi ratusan di Riau, juga mulai diterapkan di wilayah lain seperti Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Timur dan Sulawesi.

Menurut berbagai sumber, garam dibutuhkan untuk memicu hujan lebih cepat, sedangkan kapur tohor digunakan untuk memecah awan yang terkumpul agar tidak menyebabkan gangguan potensial.

BPBD Kotim berharap provinsi segera memberikan kepastian teknis, seperti jumlah bahan yang dibutuhkan dan jadwal pelaksanaan operasi.

Rencana ini juga dipandang sebagai bentuk antisipasi dini, menyusul prediksi kekeringan yang kuat membuat potensi karhutla di Kalteng meningkat.

Meski belum ada keputusan, BPBD Kotim mengakui daerah perlu mengetahui skema modifikasi cuaca yang tengah dikerjakan pemerintah pusat untuk memitigasi risiko karhutla.

Jika segera ditindaklanjuti, rencana ini bisa menjadi bagian penting dalam strategi proteksi wilayah dari kekeringan panjang dan bahaya kebakaran yang kian mengancam.

Sekadar untuk diketahui, hingga saat ini Kabupaten Kotawaringin Timur masih dalam kondisi aman, belum terjadi lonjakan kebakaran hutan dan lahan yang signifikan.

Meski dalam beberapa hari terakhir data BMKG menunjukkan sejumlah titik panas terdeteksi di beberapa wilayah.

Di sisi lain pertumbuhan awan hujan di daerah itu juga kian minim. Sehingga masih cukup rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#modifikasi cuaca #kotim #kalteng #karhutla