SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran yang menimpa satu unit rumah warga di Jalan Ali Badrun, Kelurahan Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan diduga dipicu oleh korsleting listrik.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, Ati Maraahini, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah melakukan validasi kejadian tersebut.
"Setelah informasi dikonfirmasi kebenarannya, petugas kami segera melakukan persiapan dan berangkat ke lokasi untuk melakukan pemadaman," ujar Ati dalam keterangannya, Sabtu (12/7/2025).
Menurut laporan dari petugas di lapangan, kebakaran menyebabkan satu unit rumah warga ludes terbakar.
Tak hanya itu, satu bangunan walet di sekitar lokasi juga terdampak akibat panas dan kobaran api yang meluas.
“Perkiraan awal, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Ini berdasarkan pengamatan awal petugas saat proses pemadaman dan penyisiran area,” imbuhnya.
Ati juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar.
"Kami mengingatkan warga agar rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Kebakaran bisa terjadi kapan saja bila kita abai,” tegasnya.
Proses pemadaman berjalan cukup cepat berkat laporan masyarakat yang sigap dan respons cepat dari petugas di lapangan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran kembali melanda wilayah Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kali ini, si jago merah melalap sebuah rumah milik warga yang terletak di Jalan Ali Badrun, RT 08, Kelurahan Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Jumat siang (11/7/2025).
Peristiwa nahas itu membuat warga sekitar panik. Api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 12.00 WIB dan dengan cepat membesar, membakar seluruh bagian rumah yang sebagian besar berbahan kayu.
“Api membesar sangat cepat. Saat kami datang, kobaran api sudah melahap hampir seluruh rumah,” kata Susi, salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian. (*)
Editor : Slamet Harmoko