Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pendaftaran SPMB di Kotim Masih Timpang, Ada Kebijakan Khusus bagi Sekolah di Desa

Heny Pusnita • Kamis, 10 Juli 2025 | 15:30 WIB
Ilustrasi SPMB. (dok JawaPos.com)
Ilustrasi SPMB. (dok JawaPos.com)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPBM) baru saja selesai.

Sejumlah sekolah negeri di jenjang pendidikan SD dan SMP telah menerima pendaftaran calon muridnya. Masih terjadi kesenjangan jumlah pendaftar antarsekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah mengatakan, sedikit banyaknya jumlah pendaftar dipengaruhi jarak dan akses menuju sekolah, serta jumlah penduduk di masing-masing kecamatan.

Seperti di areal Kota Sampit, tepatnya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan jumlah penduduk terbanyak, pendaftar pun lebih banyak dibandingkan sekolah di pinggiran kota maupun pelosok desa yang jumlah penduduknya sedikit.

”Tidak ada lagi sebenarnya istilah sekolah favorit dan tidak favorit. Semua sekolah itu sama. Hanya saja, kenapa jumlah pendaftarnya banyak, karena letak sekolah berada di areal Kota Sampit terutama sekolah yang berlokasi di Kecamatan MB Ketapang jumlah pendaftarnya juga banyak," kata Irfansyah, Selasa (8/7).

Untuk diketahui jumlah SD Negeri di Kotim sebanyak 315 dan SD Swasta 60. Sedangkan, SMP Negeri berjumlah 74 dan SMP Swasta berjumlah 41 sekolah.

”Rata-rata setiap sekolah membuka penerimaan murid baru 2-3 rombongan belajar (rombel) tergantung dari sarana dan prasarana atau daya tampung ruang kelas yang tersedia," katanya.

Untuk jenjang pendidikan SD satu rombel berisi 28 murid, sedangkan SMP berisi 32 murid per rombel.

”Contohnya saja SDN 2 MB Hulu daya tampungnya hanya dibuka untuk 56 kuota, sementara jumlah pendaftar sehingga sisanya dinyatakan tidak lolos," ujarnya.

Penentuan lolos tidaknya calon murid memasuki sekolah yang dituju bisa diikuti melalui jalur domisili dengan jarak 5 km sebesar 75 persen, jalur afirmasi 20 persen dan mutasi 5 persen untuk jenjang pendidikan SD.

Adapun untuk jenjang pendidikan SMP, dibuka jalur domisili maksimal 7 km sebesar 50 persen, afirmasi 25 persen, prestasi 20 persen dan mutasi 5 persen.

”Paling besar melalui jalur domisili. Calon murid bersaing dengan calon murid dengan domisili terdekat dari sekolahnya. Bisa juga calon murid yang jangkauannya masih memenuhi syarat dekat dengan sekolah tidak lolos seleksi karena keduluan pendaftar lain dan dilihat dari perangkingannya," ujarnya.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter SD Disdik Kotim Diana Candra Sadewi menambahkan, pengumuman SPMB telah diberitahukan pada 17 Juni 2025, sehingga semua SD sudah menutup masa pendaftaran.

”Khusus sekolah pelosok desa masih dibuka hingga akhir Agustus apabila rombel masih belum tercukupi. Setelah itu sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) ditutup," ujar Diana.

Semua sekolah diharuskan menginput data jumlah pendaftar dalam link google form. Namun, hingga kini masih banyak SD yang belum mengisi link google form.

”Ini masih belum semua sekolah yang melaporkan ke google form. Seperti SD Swasta hanya ada satu SDS Cita Bunda yang melaporkan jumlah pendaftar 70 orang. SD Swasta lain yang juga banyak pendaftar, seperti SD Islam Baiturahim, SD IT Arafah, SDS Asiah dan SDS Al Islah masih belum melaporkan jumlah pendaftarnya," ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi di SMP Swasta dengan jumlah pendaftar terbanyak seperti SMPS IT Arafah, SMPS Katolik, SMPS Darul Amin, SMPS Cita Bunda, SMP Darul Marifah juga belum melaporkan jumlah pendaftar.

”Jumlah pendaftar berapa yang lolos dan tidak lolos kami belum terima datanya," kata Muhammad Ikram Muhajir, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter SMP Disdik Kotim.

Ikram mengatakan, calon murid yang tidak lolos mendaftar di sekolah yang dituju biasanya akan diarahkan untuk mendaftar di sekolah lain yang kuotanya masih belum terpenuhi.

”Sesuai kewenangan dari pusat, jumlah kuota harus sesuai dengan daya tampung. Sehingga guru-guru biasanya akan mengarahkan alternatif sekolah lain untuk calon murid agar mendaftar di sekolah tersebut," katanya. (hgn)

Editor : Gunawan.
#sekolah #Disdik Kotim #spmb