Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Anggaran Pertahanan RI Perlu Tambahan Rp184 Triliun.Berikut Posisi Kekuatan Militer Indonesia Tahun 2025

Agus Jaka Purnama • Rabu, 9 Juli 2025 | 22:05 WIB
Sejumlah alutsista yang dioperasionalkan TNI AD.
Sejumlah alutsista yang dioperasionalkan TNI AD.

radarsampit.jawapos.com- Kementerian Pertahanan (Kemhan), telah mengajukan usulan tambahan anggaran Rp184 triliun untuk tahun anggaran 2026.

Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, bahwa pagu anggaran indikatif yang diberikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum mencukupi kebutuhan pertahanan nasional.

"Kita minta usulan tambahan anggaran Rp184 triliun," kata Sjafrie usai rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/7/).

Dijelaskannya, tambahan anggaran itu akan dialokasikan untuk sejumlah kebutuhan prioritas pertahanan nasional.Baik itu yang menyangkut soal pembangunan kekuatan, kemudian perawatan personel, kesejahteraan, yang tentunya akan digunakan oleh TNI serta juga akan digunakan oleh masing-masing Markas Besar angkatan untuk pembinaan kekuatan di lingkungan TNI.

Sjafrie mengungkapkan, anggaran yang telah tersedia tidak memadai untuk menjamin kebutuhan pertahanan nasional. Ditegaskannya, menjaga kedaulatan negara memang membutuhkan biaya yang besar.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi pertimbangan bagi mereka bahwa harga kedaulatan itu sangat mahal. Ini tidak bisa kita bandingkan dengan membeli sesuatu peralatan militer, ini sangat mahal untuk menjamin kedaulatan negara," ujarnya.

Mantan Pangdam Jaya ini pun berharap , pengajuan anggaran mendapat perhatian khusus, karena di dalamnya juga terkait dengan kesejahteraan prajurit.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya investasi di bidang pertahanan bagi suatu negara untuk menjaga kedaulatan dan kemerdekaan suatu negara. Menurutnyakeselamatan suatu bangsa harus dijamin oleh pertahanan suatu bangsa itu sendiri. Ia lantas mengingatkan tentang dampak dari perang.

"Tidak ada bangsa yang waras yang menghendaki perang. Perang adalah kegiatan manusia yang destruktif. Perang adalah menimbulkan kehancuran," kata Prabowo dalam pidatonya di Indodefence Expo dan Forum di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6).

Sementara itu, di tahun 2025 ini kekuatan militer Indonesia berada di peringkat 13 dengan skor PowerIndex 0,2557. Indonesia memiliki kekuatan pada jumlah pasukan yang mencapai 1,05 juta personel dari populasi 281 juta jiwa, dengan anggaran belanja untuk pertahanan USD 10,6 miliar.(sr/gus)

Berikut ini rangking 20 besar negara dengan kekuatan militer terbaik 2025. Berdasarkan skor PowerIndex dari GFP:

Amerika Serikat

PowerIndex: 0,0744

Rusia

PowerIndex: 0,0788

China

PowerIndex: 0,0788

India

PowerIndex: 0,1184

Korea Selatan

PowerIndex: 0.1656

Inggris

PowerIndex: 0,1785

Prancis

PowerIndex: 0,1878

Jepang

PowerIndex: 0,1839

 

Turki

PowerIndex: 0,1902

Italia

PowerIndex: 0,2164

Brasil

PowerIndex: 0,2415

Pakistan

PowerIndex: 0,2513

Indonesia

PowerIndex: 0,2557

Jerman

PowerIndex: 0,2601

Israel

PowerIndex: 0,2661

Iran

PowerIndex: 0,3048

Spanyol

PowerIndex: 0,3242

Australia

PowerIndex: 0,3298

Mesir

PowerIndex: 0,3427

Ukraina

PowerIndex: 0.3755

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#menjaga kedaulatan Negara #Tahun Anggaran 2026 #pertahanan nasional #Kementrian Pertahanan #kekuatan militer