JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang dipicu fenomena Bulan Purnama pada 10 Juli 2025.
Gelombang pasang yang diperkirakan meningkat signifikan itu bisa menyebabkan genangan di berbagai kawasan pesisir Indonesia.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, menyampaikan bahwa banjir pesisir ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari bongkar muat di pelabuhan, permukiman nelayan, tambak garam, hingga perikanan darat.
“Banjir rob bisa berdampak pada kelancaran logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (3/7/2025).
BMKG mencatat, sebanyak 20 wilayah pesisir di Indonesia berisiko terdampak rob. Sejumlah daerah yang perlu mewaspadai potensi banjir ini antara lain wilayah pesisir Jakarta, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Papua Selatan, serta beberapa wilayah pesisir di Kepulauan Riau, Bali, dan Nusa Tenggara.
Di Jakarta, potensi rob diprediksi terjadi pada 4–13 Juli 2025, meliputi kawasan seperti Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Marunda, Tanjung Priok, hingga Muara Angke dan Penjaringan.
Sementara itu, di Kalimantan Tengah, rob diperkirakan melanda Pantai Lunci, Kuala Jelai, Kuala Pembuang, dan Sampit pada 10–18 Juli 2025.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Semarang, Pekalongan, Demak, dan Jepara pada 4 serta 12–18 Juli 2025. Beberapa wilayah pesisir Sulawesi, Maluku, dan Papua juga masuk dalam daftar waspada.
BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca maritim melalui kanal resmi seperti situs maritim.bmkg.go.id, media sosial @BMKGmaritim, atau menghubungi call center 021-6546315/18 dan 196.
“Peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko,” tegas Eko. (*)
Editor : Slamet Harmoko