SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Musim kemarau mulai menunjukkan gejalanya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit mendeteksi satu titik panas (hotspot) dalam 24 jam terakhir, yang berada di wilayah Kecamatan Telawang, tepatnya di Desa Kenyala.
Data yang diakses Senin (7/7/2025) pukul 06.00 WIB menunjukkan, kedua titik panas tersebut memiliki tingkat kepercayaan rendah (low confidence < 29 persen).
Meski begitu, kemunculannya tetap menjadi peringatan awal akan potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring masuknya musim kemarau.
“Benar, dua titik panas itu berada di satu kecamatan yaitu Telawang. Ini menjadi sinyal awal yang perlu kita antisipasi secara serius,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, saat dikonfirmasi.
BMKG menyatakan, wilayah Kotim sudah mulai memasuki musim kemarau sejak dasarian kedua Juni 2025. Kondisi ini ditandai dengan turunnya suhu udara, kabut dan embun pagi hari, serta curah hujan yang mulai tidak merata.
“Biasanya puncak kemarau terjadi pada Juli hingga Agustus. Potensi karhutla di wilayah rentan seperti Telawang patut diwaspadai,” demikian pernyataan resmi BMKG.
Sebagai langkah antisipatif, BPBD Kotim telah melakukan pemantauan dan menyiagakan peralatan pemadam kebakaran.
Patroli dan sosialisasi juga terus digencarkan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kami imbau masyarakat segera melapor jika menemukan titik api, sekecil apapun. Penanganan dini jauh lebih efektif daripada saat api meluas,” ujar Multazam.(oes)
Editor : Slamet Harmoko