Radarsampit.jawapos.com – Pernah merasa suntuk tiap kali Minggu malam datang? Atau merasa berat banget membuka mata di hari Senin pagi? Tenang, kamu tidak sendiri.
Banyak orang yang diam-diam punya hubungan toksik dengan hari Senin. Tapi, kenapa ya?
Berikut ini fakta menarik dan ilmiah tentang kenapa banyak orang benci hari Senin:
1. Perubahan Pola Tidur di Akhir Pekan
Menurut studi dari American Academy of Sleep Medicine, banyak orang cenderung tidur lebih larut dan bangun lebih siang saat akhir pekan.
Nah, saat Senin tiba, tubuh dipaksa kembali ke ritme kerja yang lebih ketat. Ini disebut “jet lag sosial” dan efeknya bikin kamu merasa lemas, malas, dan uring-uringan.
2. Hari dengan Tingkat Stres Tertinggi
Sebuah penelitian dari Robert Half International menunjukkan bahwa Senin adalah hari paling penuh tekanan di kantor.
Mulai dari tumpukan email, to-do list yang menggunung, hingga meeting pagi. Tak heran, hormon stres seperti kortisol pun meningkat.
3. Ilusi Waktu Luang
Akhir pekan memberi ilusi kebebasan: bebas dari deadline, bos, dan jam kerja. Saat Senin datang, kamu seperti kembali ke "realita".
Psikolog menyebutnya sebagai efek “temporal contrast” — perbedaan drastis antara kesenangan dan kewajiban.
4. Mood Buruk Lebih Banyak di Senin
Menurut riset di Journal of Positive Psychology, orang cenderung punya mood paling rendah di hari Senin, dibandingkan hari lainnya.
Bahkan beberapa laporan menyebut, posting-an media sosial dengan ekspresi negatif memuncak tiap Senin pagi.
5. Senin Simbol Kembali ke Rutinitas
Sosiolog menyebut hari Senin sebagai “simbol struktur sosial” — yaitu dimulainya kembali tanggung jawab, pekerjaan, dan norma produktivitas.
Karena itulah, bagi sebagian orang, Senin jadi hari yang merepresentasikan tekanan sistemik.
Tapi, Bisa Diubah Lho!
Kamu bisa berdamai dengan hari Senin lewat cara sederhana:
- Tidur cukup di akhir pekan
- Siapkan agenda kerja sejak Minggu sore
- Mulai Senin dengan hal yang menyenangkan, seperti sarapan favorit atau playlist musik positi
- Ubah mindset: anggap Senin sebagai “kesempatan baru”, bukan kutukan mingguan.
Jadi, kalau kamu termasuk tim “I hate Monday”, wajar kok. Tapi daripada terus-menerus benci, mungkin sudah waktunya berdamai. Karena, hey, Senin akan tetap datang setiap minggu. (*)
Editor : Slamet Harmoko