Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Biduran Saat Cuaca Dingin? Begini Cara Mengatasinya, Jangan Asal Garuk!

Usay Nor Rahmad • Sabtu, 5 Juli 2025 | 19:17 WIB

Ilustrasi kulit kena biduran atau alergi dingin. (Gambar diolah dengan akal imitasi)
Ilustrasi kulit kena biduran atau alergi dingin. (Gambar diolah dengan akal imitasi)

Radarsampit.jawapos.com – Pernah mengalami bentol-bentol di kulit saat cuaca dingin atau setelah mandi air dingin? Bisa jadi itu bukan gigitan serangga, tapi gejala alergi dingin alias cold urticaria.

Kondisi ini memang nggak terlalu dikenal luas, tapi cukup banyak orang yang mengalaminya. Reaksi tubuh terhadap suhu rendah ini biasanya muncul dalam bentuk ruam merah, bentol, dan rasa gatal yang bikin nggak nyaman.

Apa itu Alergi Dingin?

Menurut American Academy of Dermatology, alergi dingin adalah kondisi saat kulit bereaksi berlebihan terhadap suhu rendah.

Saat tubuh terpapar udara atau air dingin, sistem imun akan melepas histamin yang memicu munculnya biduran, bahkan bengkak.

Dalam kasus ringan, gatalnya memang cuma di kulit. Tapi pada kondisi berat, bisa sampai memicu sesak napas atau pingsan. Nggak mau dong sampai segitunya?

Tips Atasi dan Cegah Biduran Dingin:

1. Minum Antihistamin Sebelum Kena Dingin

Kalau kamu sudah tahu punya alergi dingin, sebaiknya konsumsi obat antihistamin seperti cetirizine atau loratadine 1–2 jam sebelum terpapar dingin. Ini bisa bantu redakan reaksi alergi dari awal.

2. Jangan Lupa Pakai Jaket dan Sarung Tangan

Keluar rumah saat pagi atau malam hari? Pastikan tubuh terlindungi. Gunakan pakaian hangat, terutama di bagian tubuh yang mudah terkena udara langsung seperti tangan, leher, dan wajah.

3. Hindari Air Terlalu Dingin Saat Mandi

Mandi pagi pakai air dingin bisa jadi penyebab munculnya bentol. Gunakan air hangat dan jangan terlalu lama berendam.

4. Gunakan Krim Antigatal atau Kompres Hangat

Kalau bidurannya sudah muncul, hindari garuk-garuk! Coba oleskan krim antihistamin atau kompres hangat untuk meredakan gatal.

5. Konsultasi ke Dokter Jika Sering Kambuh

Kalau gejalanya makin sering muncul atau makin berat (misalnya sampai sesak atau pingsan), jangan tunda ke dokter. Terutama ke dokter spesialis alergi atau imunologi.

Dalam jurnal Allergy (2018) yang diterbitkan European Academy of Allergy and Clinical Immunology, disebutkan bahwa cold urticaria bisa memicu reaksi sistemik atau anafilaksis.

Biasanya terjadi kalau alerginya cukup berat dan tubuh langsung terpapar suhu ekstrem, seperti saat berenang di air dingin.

Alergi dingin itu nyata dan bisa menyerang siapa saja. Tapi bukan berarti nggak bisa dikendalikan. Kuncinya adalah kenali gejala, hindari pemicu, dan siapkan antihistamin di tas, terutama kalau kamu sering berada di tempat bersuhu rendah. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#biduran #gatal #alergi #Garuk