Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Job Jadi Sepi, Instruktur Senam di Sampit Terdampak Efisiensi Anggaran di Lembaga Pemerintah

Heny Pusnita • Sabtu, 21 Juni 2025 | 22:00 WIB
Beberapa instruktur senam saat tampil saat acara Lomba SKJ dan senam kreasi yang diselenggarakan Dispora Kotim, Rabu (18/6).
Beberapa instruktur senam saat tampil saat acara Lomba SKJ dan senam kreasi yang diselenggarakan Dispora Kotim, Rabu (18/6).

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com - Efisiensi anggaran besar-besaran yang dilakukan pemerintah pusat memberikan dampak hampir di semua sektor. Hal itu juga dirasakan oleh para instruktur senam di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Sekitar 20 instruktur senam, baik pemula dan senior di Kota Sampit merasakan dampak sepinya permintaan undangan memimpin senam. Hampir di semua instansi pemerintahan mulai tahun ini jarang sekali mengundang jasa instruktur.

"Mulai tahun 2025 ini, permintaan dari berbagai instansi pemerintah sangat berkurang. Tahun ini kami merasa semakin sepi job," ujar Eva Toursiyana, salah satu instruktur senam yang sudah berkecimpung 22 tahun hingga sekarang.

Eva mengaku, sebelumnya pernah menjalin kontrak dengan Lapas Kelas II Sampit, di tahun ini kontrak tak lagi dilanjutkan.

"Tahun ini sudah putus kontrak dengan lapas karena anggarannya tidak ada untuk bayar instruktur senam. Pengganti olahraga senam, disuruh jalan kaki saja," ujar wanita yang terlihat energik ini.

Tahun-tahun sebelumnya, sejumlah instansi pemerintah mengundangnya minimal satu minggu sekali atau sebulan sekali.

"Seminggu sekali itu pasti ada orang instansi pemerintah yang mengundang, tahun ini hanya satu kali saja yang mengundang dari BPS, Lapas dan Polres Kotim, selebihnya tidak ada sama sekali. Ini tidak hanya saja yang mengalami, tapi teman saya yang juga intruktur senam juga merasakan sepinya job," beber Eva.

Meski demikian, menurutnya instruktur senam tak patah semangat memandu gerakan mengajak masyarakat Kota Sampit untuk melatih kebugaran dengan mengikuti olahraga senam.

"Kalau permintaan berkurang, senam di sanggar masih tetap jalan. Ada tiga orang instrukturnya yang gantian, ada yang kelas pagi ada yang sore. Tapi, mencari member pagi pun susah, paling banyak 15 orang, kalau sore lumayan lah di atas 30an orang,” pungkas Eva.

Selain itu, dirinya  juga masih menerima permintaan undangan dari perusahaan perkebunan sawit, tetapi tidak rutin.(hgn/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#instruktur senam #lembaga pemerintah #efisiensi anggaran #sampit #kotawaringin timur #sepi job