Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Swalayan UMKM Sampit Bakal Terus Berkembang, Begini Upaya Pemkab Kotim

Heny Pusnita • Senin, 2 Juni 2025 | 11:23 WIB
PERTEMUAN: Plt Diskoperindag Kotim Johny Tangkere saat pertemuan bersama asosiasi pelaku UMKM di Swalayan UMKM, Sabtu (31/5) malam.
PERTEMUAN: Plt Diskoperindag Kotim Johny Tangkere saat pertemuan bersama asosiasi pelaku UMKM di Swalayan UMKM, Sabtu (31/5) malam.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan terus berupaya mengembangkan Swalayan UMKM.

Bangunan eks Pasar Ikan Mentaya yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso itu sudah difungsikan 7 Desember 2024 dan diresmikan Pemkab Kotim pada 15 Februari 2025.

Keberadaannya masih belum cukup menarik pengunjung. Meskipun berada di pusat Kota Sampit, Swalayan UMKM masih perlu dikembangkan.

Sejak 5 Mei 2025 lalu, Diskoperindag Kotim telah menerbitkan SK Penetapan Pengelola Swalayan UMKM yang diketuai oleh Sardi Fakhri Rakhman, Agus Antony sebagai sekretaris, Nurifah sebagai keuangan, Ansari Teknik Operasional, Diva Ulayya sebagai media sosial.

Swalayan UMKM kini lebih tertata rapi menyesuaikan konsep rencana awal. Sekitar 24 outlet kuliner pusat jajanan serba ada (Pujasera) yang sebelumnya bergabung di Swalayan UMKM kini dipindahkan ke bangunan eks Pasar Teater Mentaya di Jalan DI Panjaitan yang tepatnya berada di sisi timur bangunan Swalayan UMKM.

Lokasi itu dikhususkan untuk produk UMKM, Aforia Coffee, dan pajangan produk Dekranasda Kotim.

Plt Kepala Diskoperindag Kotim Johny Tangkere yang hadir dalam pertemuan bersama tujuh asosiasi pelaku UMKM mendengar masukan dan saran pelaku UMKM untuk pengembangan Swalayan UMKM.

”Di Kotim ini ada 11 asosiasi dan 7 asosiasi pelaku UMKM hadir dalam pertemuan malam ini untuk berdiskusi mendengar masukan dan saran untuk pengembangan Swalayan UMKM ke depan," kata Johny Tangkere,Plt Kepala Diskoperindag Kotim, Sabtu (31/5).

Tim Pengelola Swalayan UMKM menginginkan adanya audiensi bersama Bupati Kotim Halikinnor untuk memajukan Swalayan UMKM.

”Ini yang perlu dipahami bahwa usaha mikro kecil (UMK) itu permodalannya Rp500 Juta sampai Rp1 miliar ke atas dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMK) permodalan di atas Rp10 miliar ke atas. Produk yang diperjualbelikan di Swalayan UMKM ini termasuk produk UMK," ujarnya.

Tentu saja Diskoperindag Kotim akan terus mendukung pengembangan Swalayan UMKM.

"UMKM salah satu kekuatan ekonomi yang harus kita dukung dan kita harapkan produk UMKM di Kotim bisa lebih maju dan berkembang," ujarnya.

Johny menegaskan bahwa Swalayan UMKM milik Pemkab Kotim melalui Diskoperindag Kotim. Bukan milik usaha perorangan.

”Saya tegaskan bahwa Swalayan UMKM ini bukan milik perorangan, sehingga semua pelaku UMKM bisa memajang produknya di sini," ujarnya.

Terkait keluhan bangunan Swalayan UMKM yang terasa panas, Pemkab Kotim telah menganggarkan penyediaan 8 unit kipas angin embun merk Krisbow yang cukup menyejukkan ruangan di dalam.

”Tadi ada masukan agar disediakan penjaga keamanan. Ini langsung saya respons, satu penjaga keamanan akan segera ditugaskan berjaga malam di Swalayan UMKM demi menjaga keamanan," ujarnya.

Selain itu, ia juga akan berupaya melibatkan kerjasama dengan pihak perusahaan melalui CSR atau pihak lain yang mau membantu membuat neon box yang lebih besar bertuliskan Swalayan UMKM.

”Saya juga akan mendata pemilik kios di bangunan Swalayan UMKM yang menghadap Jalan Ayani, milik siapa saja. Kalau tidak difungsikan, ganti rugi saja, supaya kios difungsikam tidak lama kosong seperti ini. Sayang sekali, lokasi strategis seperti ini dibiarkan kios kosong tidak dimanfaatkan dengan baik," ujarnya.

Pengelola Swalayan UMKM Nurifah juga akan terus mempromosikan Swalayan UMKM melalui media sosial.

”Kami bentuk tim khusus yang fokus menangani media sosial. Sekarang sudah ada lebih dari 200 produk tidaj hanya dari Sampit, ada dari Pangkalanbun, Palangkaraya, Seruyan," ujar Nurifah.

Selain aktif di media sosial, Swalayan UMKM juga terus menambah produk baru dan melibatkan kerjasama dengan Dekranasda dan Bulog.

”Kerja sama dengan Dekranasda dan Bulog ini sudah berjalan sejak grand opening sampai sekarang. Jadi, kami harapkan pelaku UMKM yang menjual produknya di sini juga membeli bahan baku di sini dari produknya Bulog," ujarnya.

Ditanya omzet, Swalayan UMKM terus tumbuh meskipun belum terlalu mengalami peningkatan yang signifikan.

”Pendapatan harian berkisar Rp300 ribu -1 juta, buka mulai jam 09.00-22.00 WIB. Untuk meningkatkan kunjungan, kami juga bekerjasama dengan pelaku seniman agar mengadakan kegiatan acara di sini agar menarik minat pengunjung berbelanja ke Swalayan UMKM," katanya. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#Swalayan UMKM #sampit