PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Palangka Raya kini memiliki hutan kota. Lokasinya di Jalan Tjilik Riwut km 29, kawasan Arboretum Nyaru Menteng. Wilayah yang menjadi paru-paru kota ini kaya flora dan fauna dengan luasan puluhan hektare.
Perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh sekitar 40 menit dari Bundaran Besar. Tiket masuknya cukup terjangkau, hanya Rp5.000 ribu per orang dewasa. Wisata ini buka setiap hari, dari pukul 08.00-16.00 WIB.
Di kawasan itu ada berbagai macam fasilitas dan tanaman. Mulai dari meranti bunga, galam tikus, meranti tembaga, rahanjang kuning, jamur mata pelanduk, bajaka darak, rasau, suli, pahera, gantalang, jinjit, kemuning, garising, tipakan, rahanjang putih, rahanjang kuing, meranti batu, rasau kelep, mangkinang, tumih, garising hingga kajalaki dan mentibu.
Bukan hanya tumbuhan, sejumlah hewan pun hidup dengan nyaman. Mulai dari burung merak, berbagai macam burung liar, rusa, kura-kura, buaya, hingga hewan-hewan liar. Termasuk kelompok kera liar.
Kawasan ini terdiri dari hutan (sekitar 50 hektare), sisanya fasilitas pendukung, dan juga kompleks BOSF (Borneo Orangutan Survival Foundation). Organisasi ini mulai merehabilitasi orang utan di Kalimantan Timur pada tahun 1991.
Kemudian memulai Pusat Orangutan Nyaru Menteng pada tahun 1999. Perintisnya Lone Droscher Nielsen. Setiap hari, ratusan pengunjung mendatangi kawasan itu, terlebih pada musim liburan.
Bukan hanya menarik minat warga Palangka Raya, keindahan kawasan itu juga menarik pengunjung dari Jawa. Mulai dari jajaran menteri kabinet Presiden Prabowo hingga artis dan musisi.
Pada Selasa (27/5) lalu, misalnya, Syakir Daulay menyambangi kawasan tersebut. Artis pameran, hafiz, penyanyi, sutradara, dan produser berkebangsaan Indonesia ini terpukau dengan keindahan alamnya.
Dia terlihat antusias saat mengunjungi Hutan Kota Nyaru Menteng. Mulai dari memberi makan segerombolan monyet, sarapan pagi, mencoba langsung madu kelulut, menaiki rumah pohon, hingga memancing ikan lokal.
”Ini luar biasa dan wajib menjadi destinasi wisata alami bagi masyarakat. Hewan hingga tumbuhan bisa dilihat langsung dan memberikan edukasi luar biasa bagi kita semua,” katanya.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, Hutan Kota Nyaru Menteng merupakan destinasi wisata oksigen di tengah kota.
Memberikan suasana asri dengan udara yang segar. Sangat cocok untuk destinasi wisata rekreasi bagi keluarga, termasuk edukasi terkait lingkungan.
”Tempat ini menjadi paru-paru kota yang harus dijaga. Jadi, ayo masyarakat kunjungi dan rasakan keasriannya,” katanya.
Agustiar mengajak seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.
”Hutan kota ini mewujudkan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi berkah dan memberikan manfaat nyata bagi alam dan generasi mendatang,” katanya.
Kepala Dishut Kalteng Agustan Saining mengatakan, keberadaan hutan kota sangat relevan dengan arah pembangunan Kalteng berkelanjutan yang disusun Pemerintah Provinsi Kalteng.
Ada beragam tumbuhan, mulai jenis paku-pakuan, dischidia, dan anggrek. ”Saya juga menemukan anggrek tanah (Malaxis) yang tumbuh subur dan belum berbunga,” katanya.
Menurutnya, kawasan itu merupakan bagian dari peningkatan sektor pariwisata dan berdampak pada kesehatan masyarakat secara positif melalui oksigen alami yang dihasilkan. (daq/ign)
Editor : Slamet Harmoko