SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Antrean panjang kendaraan bermotor terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dalam beberapa hari terakhir.
BBM jenis Pertalite makin sulit didapatkan. Sebaliknya, pelangsir kian marak hingga memperpanjang antrean.
Diduga sebagian kendaraan yang ikut mengantre merupakan pelangsir yang membeli BBM bersubsidi untuk dijual kembali. Hal ini dikeluhkan warga karena semakin menyulitkan masyarakat umum mendapatkan Pertalite.
”Sepertinya makin langka belakangan ini. Kalau sore, biasanya Pertalite sudah habis, terpaksa beli eceran,” ujar Usmanur, warga Sampit, Rabu (28/5).
Kelangkaan Pertalite memang mulai dirasakan masyarakat di Sampit. Tidak sedikit warga terpaksa mengantre panjang di SPBU yang masih memiliki stok atau memilih membeli Pertamax dengan harga yang lebih mahal.
”Saya sudah coba di Baamang atau ke MB Ketapang, pasti antre panjang atau sudah kosong,” ujarnya lagi.
Hal senada disampaikan Alex, warga lainnya. Dia akhirnya memilih beralih menggunakan Pertamax agar tidak perlu ikut mengantre panjang.
”Kalau antreannya panjang terus, ya sudah, beli Pertamax saja. Mahal sedikit tidak apa-apa, daripada buang waktu,” katanya.
Menurut Alex, fenomena seperti ini bukan baru pertama kali terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, antrean panjang dan kelangkaan BBM subsidi kerap terjadi, terutama di wilayah Baamang dan MB Ketapang.
Dewi, warga lainnya menambahkan, maraknya pelangsiran dibuktikan dengan banyaknya motor bertangki besar mengantre di setiap pengisian Pertalite.
”Mudah saja tahu pelangsir atau tidak. Ditandai dengan motor-motor besar yang mengisi Pertalite. Kadang kami yang memerlukan juga kesulitan, karena habis, kadang juga harus mengantre,” kata Dewi. (ang/ign)
Editor : Slamet Harmoko