Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Komitmen Jaga Kelestarian Alam, Gubernur Kalteng Lepasliarkan Orang Utan hingga Tanam Pohon

Dodi Abdul Qadir • Kamis, 22 Mei 2025 | 08:10 WIB
DUKUNG KELESTARIAN: Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat pelepasliaran lima orang utan ke Balai TNBBBR, Rabu (21/5).DODI/RADAR SAMPIT
DUKUNG KELESTARIAN: Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat pelepasliaran lima orang utan ke Balai TNBBBR, Rabu (21/5).DODI/RADAR SAMPIT

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mempertegas komitmennya dalam menjaga kelestarian alam Bumi Tambun Bungai. Hal itu sekaligus sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Penegasan itu disampaikan Agustiar saat pelepasliaran lima orang utan ke Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR).

Dia juga melakukan penanaman pohon dan restocking benih ikan lokal di Hutan Kota Nyaru Menteng Berkah, Palangka Raya, Rabu (21/5).

Penanaman pohon dilakukan pada area terbuka di dalam dan sekitar Hutan Kota Nyaru Menteng Berkah.

Rencananya, sebanyak 500 batang jenis tanaman hutan, seperti belangeran dan buah (sawo, kelengkeng, dan lainnya), menjadi tahap awal pencanangan penanaman satu juta bibit pohon se-Kalteng.

Adapun restocking atau pelepasliaran benih ikan ke perairan alam, dilakukan di wilayah perairan Hutan Kota Nyaru Menteng Berkah, bagian dari wilayah Perairan Danau Tahai. Ada sebanyak 100.000 ekor ikan betok (bapuyu) dan 1.250 ekor ikan gurame.

”Ini tanggung jawab dalam menjaga kelestarian dan memakmurkan Kalteng, sesuai perintah Pak Presiden. Ini untuk menjaga kelestarian antara hubungan manusia dan alam. Untuk anak cucu ke depan. Kami cinta flora dan fauna. Harus dilestarikan meskipun langit runtuh,” tegasnya.

Agustiar menuturkan, dengan luas wilayah mencapai 15,3 juta hektare, Kalteng memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Salah satu potensi utamanya adalah kekayaan hutan yang mencapai 11,9 juta hektare.

Kawasan hutan tersebut terdiri atas hutan produksi 8,95 juta hektare, hutan lindung 1,35 juta hektare, dan hutan konservasi 1,62 juta hektare.

Penanaman pohon untuk menambah tutupan lahan, serta penebaran benih ikan lokal sebagai upaya pemulihan sumber daya ikan, sehingga kelestariannya di perairan sekitar wilayah hutan tetap terjaga.

”Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi berkah dan bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Ratusan ASN Setda Kotim Jalani Tes Urine Mendadak

Langkah ini mencerminkan komitmen bersama dalam melestarikan warisan alam Kalteng,” ujarnya.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Leonard S Ampung mengatakan, pelepasliaran orang utan bukan semata soal mengembalikan satwa ke habitat alaminya, melainkan komitmen Gubernur Kalteng bersama seluruh masyarakat dan stakeholder terkait dalam melestarikan warisan alam Kalteng.

”Kami mendukung penuh upaya konservasi ini dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pelestarian alam merupakan salah satu fokus pembangunan Pemprov Kalteng dengan dukungan kearifan lokal, sehingga berdampak positif bagi seluruh masyarakat.

Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining mengatakan, kegiatan tersebut kerja sama antara Pemprov Kalteng dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) yang telah 45 kali melakukan pelepasliaran orang utan di wilayah tersebut. Adapun lokasi akhir pelepasliaran di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

Agustan mendukung penuh kegiatan itu sebagai bagian dari strategi pengelolaan hutan berkelanjutan dan pemulihan ekosistem. ”Pelepasliaran ini merupakan langkah penting untuk memperkuat fungsi ekologis hutan, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan hidup," katanya. (daq/ign)

Editor : Slamet Harmoko
#Orangutan #agustiar sabran #orang utan #gubernur kalteng #kelestarian alam