Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Plasma Sawit Jadi Api Konflik, Bupati Seruyan Ambil Sikap Netral?

M. Rifani Dewantara • Jumat, 16 Mei 2025 | 10:35 WIB
MEDIASI: Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda (tengah) didampingi Kapolres Seruyan AKBP Han’s Itta P (kiri) saat memimpin rapat mediasi penanganan konflik sosial, Kamis (15/5).
MEDIASI: Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda (tengah) didampingi Kapolres Seruyan AKBP Han’s Itta P (kiri) saat memimpin rapat mediasi penanganan konflik sosial, Kamis (15/5).

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menegaskan, Pemerintah Kabupaten Seruyan bersikap netral menangani konflik antara masyarakat dan investor, khususnya yang tengah memanas di kawasan perkebunan kelapa sawit.

Pemerintah hadir sebagai penengah guna memastikan penyelesaian konflik secara damai dan hak semua pihak terpenuhi.

”Kami ingin masyarakat dan investor bisa berjalan beriringan. Hak-hak masyarakat harus dihormati, namun investasi juga penting untuk pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Selanorwanda usai melaksanakan mediasi, Kamis (15/5).

Ahmad Selanorwanda menilai konflik yang terjadi adalah bagian dari dinamika sosial,  namun penanganannya harus melalui jalur mediasi, bukan kekerasan.

Pemerintah akan terus hadir dalam setiap proses penyelesaian.

Lebih lanjut Ahmad Selanorwanda mengatakan, isu kebun plasma sawit kerap menjadi sumber ketegangan antara warga dan perusahaan. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperjuangkan hak masyarakat atas lahan plasma sebesar 20 persen dari lahan inti perusahaan.

”Plasma adalah hak masyarakat dan hal itu akan kami kawal hingga terealisasi,” ujarnya.

Menanggapi insiden pembakaran yang terjadi baru-baru ini, Bupati menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat jika ditemukan unsur pidana.

Sementara itu, Camat Seruyan Tengah Ramiah meluruskan bahwa konflik yang terjadi di wilayah PT Agro Karya Prima Lestari (AKPL) tidak berkaitan dengan persoalan plasma.

”Skema plasma sudah disepakati sejak 27 April 2025 dan kini tinggal menunggu pembentukan koperasi pengelola,” jelas Ramiah.

Dia menambahkan, pelaku pembakaran bukan sepenuhnya berasal dari warga desa setempat. Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjaga situasi tetap kondusif. (rdw/ign)

Editor : Slamet Harmoko
#bupati seruyan #sikap #konflik #netral #Plasma Sawit