SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Serangan buaya yang terus mengancam warga, khususnya yang tinggal di pinggiran sungai menjadi kekhawatiran BKSDA Resort Sampit. Upaya mencegah korban satwa ganas itu terus dilakukan.
Peristiwa serangan buaya sering terjadi di Kotim. Manusia yang beraktivitas di lanting pinggir sungai, kerap jadi sasaran. Entah saat mandi, buang air kecil/besar, saat sedang cuci beras atau saat ingin berwudu.
Serangan itu kebanyakan terjadi saat hari sudah petang. Pergerakannya yang tenang, membuat warga tak menyadari ada buaya yang mengintai bersiap menyerang.
Berdasarkan data BKSDA Kotim sejak tahun 2010-3 Mei 2025 sudah 53 kali kejadian serangan buaya. Pendataan itu dimulai Juni 2010 sebanyak 1 kasus, April 2011 sebanyak 1 kasus, tahun 2013 sebanyak 3 kasus, tahun 2014 sebanyak 3 kasus, Oktober 2015 sebanyak 1 kasus.
Kemudian, tahun 2016 sebanyak 5 kasus, tahun 2017 sebanyak 2 kasus, tahun 2018 sebanyak 5 kasus, tahun 2019 sebanyak 3 kasus, tahun 2020 sebanyak 15 kasus, tahun 2021 sebanyak 4 kasus, Mei 2022 sebanyak 1 kasus, Februari 2023 sebanyak 1 kasus, tahun 2024 sebanyak 4 kasus. Pada tahun 2025 sebanyak 4 kasus kejadian serangan buaya terhadap manusia.
”Dari banyaknya kasus kejadian serangan buaya, ada 8 kejadian yang sampai merenggut nyawa korban hingga meninggal. Seperti kejadian 4 April 2025, korban bernama Sani ditemukan mengapung sehari setelah dikabarkan hilang, sudah dalam kondisi meninggal disekitar lokasi kejadian," kata Muriansyah, Komandan BKSDA Resort Sampit.
Muriansyah mengaku sedih dan prihatin melihat serangan buaya. Ia juga merasa spanduk peringatan kewaspadaan buaya yang dipasang selama ini belum cukup menyadarkan warga.
Pola kebiasaan warga yang tinggal di pinggir sungai masih sulit dihentikan. Warga masih merasa nyaman melakukan aktivitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) di lanting sungai. Tak jarang juga ia menemukan kandang ternak ayam dan itik yang didirikan di pinggir sungai, sehingga dapat memicu kemunculan buaya.
”Mulai awal tahun 2025 hingga Mei ini, sudah ada 30 spanduk yang kami pasang. Biasanya di akhir tahun, akan kami pasang lagi disejumlah titik rawan serangan buaya. Bisa jadi nanti totalnya 50 sampai 60 spanduk yang akan kami pasang tahun ini," ujarnya.
Spanduk peringatan itu berisi lima poin imbauan yang harus menjadi perhatian warga agar berhati-hati dan waspada sebaiknya tidak beraktivitas di pinggir sungai saat sore, malam hingga subuh. Di mana saat hari gelap, jarak pandang berkurang.
Jangan membuang sampah dan bangkai binatang di sungai dan jangan mendirikan kandang ternak di tepian sungai. Apabila menemukan kemunculan buaya agar segera melapor ke BKSDA ataupun perangkat desa atau kecamatan terkait," ujarnya.
Spanduk peringatan berisi imbauan yang diperoleh dari bantuan beberapa perusahaan, juga diharapkan dapat menyadarkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
Titik lokasi pemasangan spanduk paling banyak di wilayah selatan seperti Kecamatan Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Teluk Sampit.
”Spanduk ini dipasang untuk mengingatkan warga bahwa buaya pernah muncul disekitar lokasi tersebut dan ini juga untuk memberitahukan warga yang baru pertama datang ke lokasi tersebut agar meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.
Pihaknya juga sudah melakukan berbagai cara mengedukasi warga, selain dengan memberikan pengarahan langsung ke warga, pemasangan spanduk dinilai cukup efektif.
”Pemasangan spanduk ini kami nilai efektif mengedukasi warga. Dan, itu diakui beberapa warga. Misalnya penyebarangan di Desa Ganepo dan Desa Jaya Karet. Motoris klotok mengakui menjadi lebih hati-hati dan waspada saat mereka beraktifitas di sungai," katanya.
”Mereka mengaku terkadang mereka teledor. Karena itu sudah menjadi rutinitas mereka. Saat terbaca spanduk yang terpasang, mereka menjadi ingat dan lebih waspada," tambahnya.
Ada pula warga yang setelah melihat spanduk bahaya buaya menjadi lebih meningkatkan kewaspadaan.
"Ada pemancing dari daerah lain yang datang ke perairan Sungai Mentaya. Mereka jadi tahu, mengerti dan lebih waspada saat beraktivitas di lokasi-lokasi yang ada spanduk himbauan peringatan. Ada juga ibu-ibu yang tersadarkan saat melihat spanduk bergambar buaya menjadi lebih waspada mengingatkan anak-anaknya," katanya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.