PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Perkelahian kelompok pemuda terjadi di kafe Dermaga Pasar Indra Sari, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (29/4) pukul 00.50 WIB dinihari. Perkelahian Ini merupakan kejadian yang kesekian kalinya.
Kelompok yang terlibat keributan diduga dalam pengaruh minuman keras. Perkelahian tersebut membuat membuat panik pengunjung kafe dermaga, karena salah seorang yang terlibat perkelahian tercebur ke Sungai Arut dan tidak segera muncul ke permukaan.
Hal itu menimbulkan spekulasi bahwa pelaku perkelahian yang bernama Nuralim (33), warga Pangkalan Bungur, tenggelam. Warga kemudian menghubungi Mako Damkar untuk meminta bantuan mencari korban.
Plt Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat Dwi Agus Suhartono menjelaskan, ketika menerima laporan adanya salah seorang yang tercebur ke sungai dan diduga tenggelam, personel segera meluncur ke lokasi kejadian.
"Saya juga berkoordinasi dengan Pos Sarnas Pangkalan Bun untuk turut melakukan pencarian dan BPBD," terangnya.
Lantaran belum adanya kepastian apakah korban tenggelam, personel sembari mencari informasi keberadaan korban menunggu di Dermaga Pasar Indra Sari.
Menurutnya, ada informasi pelaku perkelahian yang menceburkan dirinya ke sungai itu berenang ke seberang sungai dan melarikan diri.
"Tapi karena belum kita dapatkan kepastian apakah benar sudah berenang menyeberangi sungai dengan selamat atau tenggelam, jadi kita berkordinasi dengan kepolisian, dan kita dapatkan informasi bahwa Nuralim sudah tidur di rumah warga di seberang," ujarnya kesal.
Sementara itu, pelaku perkelahian lainnya mengalami luka-luka dan dibawa ke Rumah Sakit Sultan Imanudin Pangkalan Bun untuk mendapatkan perawatan.
Warga Kelurahan Raja Seberang Murniah mengungkapkan, kafe dermaga memang dikenal sering terjadi keributan akibat pengaruh miras.
"Kami warga di sini hanya dihalangi oleh sungai. Apa yang terjadi setiap hari, kami tahu. Belum lagi suara musik yang keras, dulu bahkan hingga larut malam," tandasnya. (tyo/yit)
Editor : Slamet Harmoko