Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Banjir Numpang Lewat di Purwareja, Ternyata Ini Penyebabnya

Ria Mekar Anggreany • Rabu, 16 April 2025 | 16:55 WIB
Photo
Photo

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com -  Pembukaan lahan sawit secara besar-besaran dalam satu dekade terakhir diduga telah menjadi penyebab minimnya penyerapan air. Akibatnya, banjir bandang sering menerjang saat hujan dengan intensitas tinggi.

Banjir ini sifatnya hanya melintas sebentar. Datang dengan tiba-tiba, tapi juga surut dalam waktu singkat. Seperti yang terjadi di Desa Purwareja Kecamatan Sematu Jaya, Senin (14/4) petang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau Hendikel menyampaikan, hujan dengan intensitas tinggi selama kurang lebih tiga jam dari pukul 14.30 WIB hingga 17.30 WIB, menyebabkan Sungai Sematu meluap. 

"Banjir ini menyebabkan beberapa pemukiman warga terendam dan menggenangi akses jalan poros Desa Purwareja dan Desa Jangkar Prima.

Dua titik jalan terendam, titik terdalam dan terpanjang berada di limpasan Sungai Sematu dengan kedalaman ± 40-50 cm dan panjang genangan ± 50 meter," bebernya. 

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Lamandau telah melakukan koordinasi dengan Ketua RT 12 Desa Purwareja dan melakukan kaji cepat untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan di lokasi kejadian bencana.

Berdasarkan data yang diperoleh, banjir ini telah berdampak pada 15 kepala keluarga (KK) dan 63 jiwa. Sebanyak delapan unit rumah terendam dan tujuh unit rumah terdampak.

"Air sudah surut di pemukiman warga dan jalan penghubung desa sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat," tambahnya.

BPBD Lamandau mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam beraktivitas dan memantau perkembangan situasi banjir. Diprediksi hujan masih akan sering turun dalam beberapa hari ke depan. (mex/yit) 

 

Editor : Slamet Harmoko
#lamandau #banjir #kebun sawit #Purwareja Klampok #nanga bulik #kalteng #banjir bandang