Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Wisata Unggulan Kotim Minim Perhatian , Salah Satunya Ikon Jelawat Dinilai Kurang Penerangan

Heny Pusnita • Senin, 7 April 2025 | 14:05 WIB

RAMAI PENGUNJUNG: Suasana Ikon Jelawat, kawasan wisata di seputar Kota Sampit yang ramai dipadati pengunjung, Sabtu (5/4) sore.HENY/RADARSAMPIT
RAMAI PENGUNJUNG: Suasana Ikon Jelawat, kawasan wisata di seputar Kota Sampit yang ramai dipadati pengunjung, Sabtu (5/4) sore.HENY/RADARSAMPIT
 

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kawasan Ikon Jelawat menjadi salah satu lokasi wisata yang ramai dipadati pengunjung pada momen libur Lebaran.

Panorama alam di tepi Sungai Mentaya menjadikan destinasi wisata kebanggaan Kota Sampit ini digemari warga untuk sekadar nongkrong dan mengajak anak bermain.

Pantauan Radar Sampit, Sabtu (5/4), keramaian pengunjung mulai padat terlihat sekitar pukul 15.00-17.00 WIB. Hal itu terlihat dari kendaraan roda dua yang terparkir berjejer memenuhi pintu masuk Ikon Jelawat.

Paginor (75), pengunjung yang terlihat duduk menyaksikan cucu dan buyutnya bermain perosotan di lantai miring yang berada di bawah Patung Ikan Jelawat.

Radar Sampit mengajak berbincang Paginor yang nampak menikmati waktu sore di atas awan kelabu yang menjadi pertanda cuaca mendung.

Namun, ratusan pengunjung tetap asyik nongkrong, berbincang, bermain, berfoto menikmati angin sore.

”Iya, lagi menemani cucu. Besok sudah balik ke Martapura," ucap kakek yang memiliki lima anak, sembilan cucu dan empat buyut ini.

Paginor mengaku senang menikmati waktu sore di Ikon Jelawat. Banyak perubahan yang ia rasakan di Kota Sampit yang penuh kenangan baginya.

”Ikon Jelawat ini sudah bagus. Hanya memang semakin bagus kalau ditambah lampu hias yang diperbanyak agar ketika malam tidak gelap," ucapnya.

Selain itu, penyediaan wahana permainan anak juga diperlukan. Mengingat pengunjung yang datang kerap membawa anak-anak.

”Lantai itu kan bukan tempat permainan, tapi dijadikan perosotan untuk anak-anak. Karena, tidak adanya wahana permainan yang disediakan di sini. Padahal tempatnya sudah bagus, apalagi kalau nongkrong sore hari, letaknya di tepi Sungai Mentaya juga semakin menambah pengunjung betah menghabiskan waktu sore di sini," ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ria. Pengunjung dari Lamandau yang datang ke Ikon Jelawat.

”Malam-malam ke sini gelap. Penerangannya redup, lampunya kurang terang. Perlu ditambah lampu penerangannya. Bahaya juga kalau minim penerangan bisa jadi tempat nongkrong yang tidak diinginkan," ujarnya.

Keluhan itu ternyata sudah sering dikeluhkan banyak pengunjung dari berbagai daerah. ”Sudah lama penambahan lampu itu diusulkan. Banyak pendatang dari berbagai daerah yang mengeluh karena kurangnya penerangan," kata Bustani, juru parkir yang lama bertugas menjaga parkir di kawasan Ikon Jelawat.

"Mereka yang datang jauh-jauh, pasti ingin berfoto tapi hasil fotonya kurang memuaskan kalau sudah malam hari karena kurang penerangannya," lanjutnya.

Ada sebelas juru parkir yang bertugas di sepanjang kawasan Ikon Jelawat. Momen libur Lebaran menjadi berkah bagi mereka. Pengunjung mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa.

”Hari biasa pendapatan rata-rata Rp100-125 ribu, selama libur Lebaran satu minggu ini sehari pendapatan Rp200 ribu. Saya hanya kelola 15 meter saja, sisanya kawan-kawan juru parkir yang lain. Ada wilayahnya masing-masing," ujarnya.

Minimnya penerangan juga mengharuskan juru parkir membayar lampu penerangan per malam Rp10-15 ribu untuk menerangi kendaraan motor.

”Hari biasa Rp10 ribu per malam, Sabtu-Minggu Rp15 ribu per malam itu kami bayar. Padahal kami juga setoran hasil parkir ke Dinas Perhubungan Kotim," katanya.

"Tapi, kami juga harus bayar lampu. Kalau tidak dipasang lampu, kendaraan motor pengunjung gelap kurang kelihatan. Bahaya kalau sampai ada pencurian motor atau helm. Penerangan ini sangat penting untuk menghindari tindakan kejahatan," pungkasnya. (hgn/ign)

Editor : Slamet Harmoko
#Berita Sampit #ikon jelawat kotim #sampit #kotim #kalteng #patung