Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Efisiensi Anggaran Pemerintah juga Berdampak Pada Arus Mudik, Sebanyak Ini Pemudik yang Tinggalkan Sampit

Heny Pusnita • Minggu, 30 Maret 2025 | 14:59 WIB
MUDIK: Penumpang KM Dharma Ferry VI yang bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (29/3) siang.
MUDIK: Penumpang KM Dharma Ferry VI yang bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (29/3) siang.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pelayaran KM Dharma Ferry VI milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) pada pukul 14.00 WIB, Sabtu (29/3) siang, menjadi kapal terakhir yang diberangkatkan selama arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit.

Pantauan Radar Sampit, jumlah pemudik sudah tak sebanyak seperti hari-hari sebelumnya.

Kepadatan penumpang masih terlihat namun tidak terlalu membeludak. Sebanyak 446 penumpang diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

”Ini kapal terakhir yang diberangkatkan dari total sembilan call keberangkatan yang dilayani lima call dari PT DLU dan empat call dari PT Pelni," kata Gusti Muchlis Kepala Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit, Sabtu (29/3).

Selama masa arus mudik Lebaran terhitung H-10 sampai H-2 Lebaran, Posko Terpadu Angkutan Penumpang Lebaran tercatat sebanyak 7.756 penumpang yang telah diberangkatkan meninggalkan Kota Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang.

Adapun penumpang turun tercatat sebanyak 1.671 penumpang.

Sesuai prediksi Muchlis, puncak arus mudik Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah terjadi pada tanggal 28-29 Maret 2025.

”Penumpang terbanyak di hari sebelumnya, karena ada dua kapal yang diberangkatkan oleh PT Pelni jam 13.00 WIB dan jam 14.00 WIB menggunakan kapal milik PT DLU," ujarnya.

Secara rinci, keberangkatan kapal selama arus mudik Lebaran dimulai pada pada H-10 Jumat (21/3), dua kapal dari PT DLU memberangkatkan 446 penumpang menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menggunakan KM Dharma Ferry VI pada jam 09.00 WIB dari Pelabuhan Sampit.

Kemudian disusul keberangkatan KM Kirana III pada jam 10.00 WIB mengangkut 700 penumpang menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Pada H-9 arus mudik Lebaran Sabtu (22/3), satu kapal KM Kelimutu dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mengangkut 851 penumpang.

Pada H-7 arus mudik Lebaran Senin (24/3), PT Pelni  melayani sebanyak 1.415 penumpang termasuk 500 penumpang mudik gratis yang diberangkatkan menggunakan KM Leuser dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada pukul 11.00 WIB.

Pada H-6 arus mudik Lebaran Selasa (25/3), PT DLU telah melayani pemudik sebanyak 477 penumpang.

Pada H-5 arus mudik Lebaran Rabu (26/3), PT Pelni melayani angkutan pemudik sebanyak 1.422 penumpang.

Pada H-3 arus mudik Lebaran Jumat (28/3), ada dua kapal yang diberangkatkan yaitu KM Kelimutu tujuan Semarang pada pukul 13.00 WIB mengangkut 1.298 penumpang termasuk 300 pemudik gratis menuju Semarang.

Sekitar pukul 14.00 WIB disusul keberangkatan KM Kirana III milik DLU yang mengangkut sebanyak 700 penumpang.

Pada H-2 arus mudik Lebaran Sabtu (29/3) tercatat sebanyak 446 penumpang yang dijadwalkan berangkat pukul 14.00 WIB menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Sebelumnya, Muchlis memprediksi adanya peningkatan jumlah penumpang di kisaran 15 persen dibandingkan tahun 2024 lalu.

"Peningkatan pasti ada. Tetapi, untuk lonjakan penumpang tidak terlalu, karena arus mudik-arus balik tidak lagi dihitung mulai H-15 tetapi dimulai H-10-H+10 Lebaran, sehingga perhitungan jumlah penumpang tentu tidak sebanyak tahun sebelumnya," ujar Muchlis yang juga menjabat sebagai Ketua Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran 1446 Hijriah.

Pada tahun 2024, KSOP Kelas III Sampit angkutan jumlah penumpang pada momen arus mudik Lebaran berjumlah 22.553 penumpang dan pada arus mudik tahun 2025 diprediksi meningkat sebanyak 25.936 atau naik 15 persen.

Namun, di akhir masa arus mudik Lebaran tepatnya pada keberangkatan kesembilan terakhir Sabtu (29/3), Muchlis menyebut terjadi penurunan.

Meski ia belum menghitung persentase penurunananya, namun ia memperkirakan penurunan jumlah pemudik dikisaran 10 persen.

”Kalau menghitung dari awal Ramadan jumlah pemudik sebenarnya banyak yang pulang lebih awal, namun dikarenakan efisiensi anggaran, tahun ini masa angkutan Lebaran hanya terhitung mulai H-10 hingga H+10 saja, sehingga ini yang menyebabkan terjadinya penurunan sekitar 10 persen," ujarnya.

Muchlis juga menyarankan kepada calon penumpang yang belum terangkut karena tidak mendapatkan tiket, disarankan berangkat melalui Pelabuhan Kumai Pangkalan Bun yang berjarak sekitar lima jam jalur darat dari Kota Sampit.

”Memang Jumat kemarin ada sekitar 20-an penumpang yang tidak terangkut, karena tidak mendapatkan tiket dan kapasitas kapal sudah maksimal, sehingga kami menyarankan berangkat lewat pelabuhan terdekat di Pelabuhan Kumai," katanya. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#Pelabuhan Sampit #efisiensi anggaran #Mudik 2025