PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kawasan Despot di Desa Riam Durian, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng diterjang banjir dadakan setelah diguyur hujan deras pada Selasa (18/3/2025) sore.
Banjir menggenangi sejumlah titik, terutama di RT 02 yang terletak di poros jalan lintas provinsi. Ketinggian air tercatat sekitar 50 - 60 cm di beberapa lokasi, mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu.
Bambang Suherman, tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan bahwa banjir seperti ini sudah menjadi masalah berulang di Despot.
"Banjir seperti ini sudah sering terjadi, sudah sejak lima tahun lalu. Kami sudah mengusulkan pengecekan untuk pembuatan gorong-gorong atau jembatan, tetapi hingga kini belum ada respons," ujar Bambang, yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kobar ini.
Menurut Bambang, jalur yang terendam banjir tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi.
Ia mengungkapkan bahwa masalah ini sudah sering disampaikan kepada pihak berwenang, baik pada masa jabatannya sebagai anggota DPRD Kobar maupun setelahnya, namun belum ada tindakan nyata untuk menanganinya.
"Kami berharap anggota DPRD Provinsi bisa lebih memperjuangkan masalah ini agar segera ditindaklanjuti," harapnya.
Banjir dadakan ini turut mengganggu aktifitas sehari-hari masyarakat setempat, terutama di area permukiman dan pertokoan. Air yang meluap memasuki tempat jualan warga, merusak barang-barang dan menyebabkan kerugian bagi pemilik usaha lokal.
"Pasti sangat mengganggu, terutama bagi pedagang kecil yang kesulitan akibat banjir," kata Bambang.
Bambang menegaskan pentingnya perhatian lebih dari pemerintah daerah dan provinsi untuk mengatasi masalah banjir yang sudah berlangsung lama ini.
Ia berharap agar langkah-langkah preventif segera diambil, seperti pembangunan infrastruktur yang memadai untuk menghindari banjir saat musim hujan demi kelangsungan hidup masyarakat setempat yang semakin terancam setiap kali turun hujan. (sam/sla)
Editor : Slamet Harmoko