Radarsampit.jawapos.com – Untuk menjawab pertanyaan di atas ada banyak persepsi. Namun, beberapa lembaga internasional memiliki indikator tersendiri.
Setidaknya di situs resmi WTO mengatakan, penyebutan negara maju atau berkembang ditentukan sendiri oleh negara yang bersangkutan.
Bahkan, AS seharusnya tidak bisa mengelompokkan negara-negara lain sebagai "maju" atau "berkembang".
Tidak ada acauan pasti terkait negara maju dan berkembang.
PBB mengakui bahwa ia "tidak memiliki aturan yang mapan untuk menunjuk negara atau wilayah sebagai maju atau berkembang". Menurut standar M49, yang diterbitkan pada tahun 1999:
Penunjukan "maju" dan "berkembang" dimaksudkan untuk kenyamanan statistik belaka dan tidak serta merta mengungkapkan penilaian terhadap tahap yang dicapai oleh negara atau wilayah tertentu dalam proses pembangunan.
Seringkali kita menafsirkan negara maju sebagai negara dari pendapatan perkapita, sumber daya manusia, perkembangan teknologi dan informasi, rendahnya tingkat pengangguran atau dari rendahnya tingkat kriminialitas dan kemajuan militer.
Belum lagi dari bidang lainnya, seperti Ekonomi, Perdagangan, Infrastruktur, Kesehatan, Pendidikan dan Pemerintahan.
Untuk mencapai semua bidang di level "maju", ini sangat sulit. Bahkan, negara-negara yang kita anggap maju pun tidak benar-benar maju dalam segala hal.
Biasanya negara-negara hanya berfokus dalam memajukan bidang tertentu saja, seperti Tiongkok dalam pembangunan infrastruktur dan India dalam teknologi informasi dan luar angkasa.
Menurut IMF
Bagaimanapun juga, beberapa badan seperti IMF, menetapkan standar negara majunya sendiri tahun 2009, sebagai berikut:
- Level pendapatan perkapita
- Diversifikasi ekspor (jadi eksportir minyak yang memiliki PDB per kapita tinggi tidak akan disebut negara maju karena sekitar 70% dari ekspornya adalah minyak).
Negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, Venezuela, atau Brunei dan pengekspor minyak lainnya tidak bisa dikatakan maju menurut IMF karena ketergantungan ekonomi mereka yang ditopang dari ekspor minyak saja, oleh karena itu negara-negara di Timur Tengah sedang gencar-gencarnya membangun banyak tempat wisata sebagai sumber pendapatan sekunder.
- Tingkat integrasi ke dalam sistem keuangan global.
Negara-negara yang sudah maju menurut standar IMF adalah negara di Eropa Tengah dan Timur, sebagian negara pecahan USSR (Tajikistan, Uzbekistan, Kazakhstan, Kirgistan, Turkmenistan).
Menurut Bank Dunia
Dalam data Indikator Pembangunan Dunia edisi 2016, Bank Dunia membuat keputusan untuk tidak lagi menggunakan istilah negara "maju" dan "berkembang" dalam penyajian datanya, mengingat istilah itu sudah ketinggalan zaman.
Sebagai gantinya, Bank Dunia mengklasifikasikan negara ke dalam empat kelompok, berdasarkan Pendapatan Nasional Bruto per kapita, yang ditetapkan kembali setiap tahun pada 1 Juli. Pada 2016, empat kategori dalam dolar AS adalah:
- Negara berpenghasilan rendah: 995 dolar atau kurang.
- Negara berpendapatan menengah ke bawah: 996 hingga 3.895 dolar.
- Negara-negara berpenghasilan menengah ke atas: 3.895 hingga 12.055 dolar.
- Negara berpenghasilan tinggi: 12.056 dolar dan lebih tinggi.
Silakan saja Anda lihat, di kelompok mana Indonesia ada menurut Bank Dunia. (sbn)
REFERENSI: World Development, Wikipedia.Id, IMF
Editor : Gunawan.