Disdamkarmat Kotim Tangani 46 Kejadian Kebakaran dalam Setahun
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kejadian kebakaran bangunan dan lahan menjadi musibah yang tak dapat dihindari. Setiap tahun kebakaran mengakibatkan kerugian besar bagi pemilik bangunan. Sebagian besar kebakaran yang terjadi menghanguskan seluruh harta benda.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat 46 kejadian kebakaran bangunan selama 2024.
Setiap kejadian kebakaran, pemilik bangunan rata-rata mengalami kerugian ratusan hingga miliaran rupiah. Bahkan, harus rela tak memiliki tempat tinggal dan terpaksa menumpang hidup di rumah keluarga terdekat.
”Ada pula kebakaran lahan yang juga turut kami tangani sebanyak 26 kejadian dan kebakaran lainnya seperti kebakaran kabel, depo, dan tempat lain sebanyak 22 kejadian di tahun 2024," kata Ati Maharaahini, Plt Kepala Disdamkarmat Kotim, Rabu (5/2).
Di tahun 2025, selama Januari 2025 tercatat 5 kejadian kebakaran terjadi dan diawal Februari 2025 ada 1 kejadian kebakaran terjadi.
”Dari setiap kejadian kebakaran bangunan, sebab utama paling banyak dikarenakan korsleting listrik. Karena itu, kami tidak henti-henti mengingatkan untuk memastikan barang elektronik agar tidak dibiarkan menyala saat meninggalkan rumah. Begitu pula, kompor dan obat nyamuk bakar juga bisa jadi penyebab lainnya yang harus diwaspadai," katanya.
Dalam penanganan kebakaran, Disdamkarmat Kotim dibantu lima sektor di Sektor Damkar Eka Bahurui, Sektor Samuda, Sektor Pundu, Sektor Telawang fan Sektor Parenggean.
”Kelima sektor ini untuk membantu menjangkau kejadian kebakaran diluar Kota Sampit, tetapi sektor-sektor ini juga kadang diperbantukan untuk penanganan kebakaran besar di areal Kota Sampit," katanya.
Untuk mempercepat penanganan kebakaran, Disdamkarmat Kotim memiliki 4 unit mobil tangki pemadam kebakaran dan 1 mobil operasional untuk menangani tindakan penyelamatan diluar kejadian kebakaran.
Selain itu, Disdamkarmat memiliki 29 PNS, 43 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 29 Tenaga Kontrak yang bertugas menangani pemadaman kebakaran dan penyelamatan.
”Kami ada tiga peleton. Masing-masing pleton terdiri dari 27 orang pegawai. Setiap kejadian satu pleton biasa dikerahkan, tetapi apabila kejadian kebakaran besar semua pleton bisa diturunkan untuk mempercepat proses pemadaman," ujarnya.
Tidak hanya pemadaman kebakaran, Disdamkarmat Kotim di tahun 2024 juga menangani evakuasi penyelamatan hewan lebih dari 431 hewan seperti ular, tawon, biawak yang meresahkan rumah warga.
”Dalam sehari bisa 2-3 kali kejadian evakuasi hewan dan paling banyak ditangani hewan dan tawon. Tindakan pelepasan cincin juga cukup banyak kami tangani mencapai 139 penanganan di tahun 2024," ujarnya.
Ati menambahkan, tugas Disdamkarmat Kotim tidak hanya dituntut memadamkan kebakaran namun harus siap membantu warga yang memerlukan bantuan dengan cepat dan sigap.
”Setiap ada laporan warga kami harus siap membantu, begitu menerima informasi secepatnya harus segera bergerak menuju titik lokasi kejadian. Tidak boleh dinanti-nanti, karena pekerjaan pegawai damkar berkaitan dengan keselamatan nyawa manusia beserta harta bendanya, sehingga sebisa mungkin nyawa manusia jadi prioritas dan jika memungkinkan harta benda itu bisa diselamatkan kita bantu selamatkan," katanya. (hgn/ign)
Editor : Slamet Harmoko