Yakin Lebih Sehat, Mulai Menuai Hasil setelah Banting Setir dari Sopir
Radarsampit.jawapos.com - Siapa menyangka menjual air rebusan juga dibuat menjadi peluang usaha. Seperti dilakukan Shodikun alias Bagol, warga Desa Bumi Harjo Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalteng ini. Berikut ceritanya.
Di tengah maraknya bisnis air minum isi ulang menggunakan peralatan modern, Shodikun, justru memilih untuk berinovasi dengan menjual air rebusan (godokan) yang dianggap lebih sehat.
Usaha pria yang akrab disapa Bagol ini baru dimulainya beberapa bulan lalu. Meski demikian, ia memiliki harapan besar bisnisnya bisa meraih pasar yang lebih luas.
Bagol yang tinggal di RT 04 Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai ini menegaskan keyakinannya terhadap air rebusan yang lebih aman dikonsumsi. Proses perebusan diyakini membunuh kuman dan bakteri.
Saat ditemui di kediamannya, Bagol terlihat sibuk menjaga api agar tetap menyala di bawah tungku besar berkapasitas 500 liter.
”Kami gunakan kayu bakar dan apinya harus tetap menyala supaya dapat merebus air dengan maksimal," ujarnya.
Bagi Bagol, proses perebusan air ini adalah bagian dari komitmennya untuk memberikan produk yang aman dan berkualitas tinggi kepada pelanggan.
Bisnis air minum memang menjadi usaha yang tak pernah kehilangan pasar. Selama manusia membutuhkan air untuk dikonsumsi, bisnis ini selalu memiliki tempat.
Air rebusan yang direbus hingga mendidih, diyakini memiliki manfaat lebih karena mampu membunuh berbagai kuman dan bakteri.
Hal inilah yang mendorong Bagol untuk merintis usaha depot air rebus di rumahnya. Menurutnya, banyak orang yang mempercayai air rebusan lebih sehat dibandingkan air biasanya, sehingga ia melihat ini sebagai peluang yang harus dimanfaatkan.
Dalam operasionalnya, Bagol menggunakan tungku besar dan tangki stainless berkapasitas 500 liter untuk merebus air.
Proses perebusan dilakukan setiap dua hingga tiga hari sekali, dengan bantuan kayu bakar dan blower untuk memastikan api tetap membara.
”Proses perebusan ini memakan waktu antara 5 hingga 6 jam sampai air benar-benar matang," terang Bagol.
Air yang digunakan diambil dari sumur gali miliknya dan sebelum proses perebusan, air ini disaring dengan filter yang diganti secara berkala untuk menjaga kualitasnya.
Setelah proses perebusan selesai, Bagol memastikan air tersebut didinginkan secara maksimal sebelum dipasarkan.
Proses pendinginan memakan waktu hingga belasan jam. Bertujuan agar air tetap aman dan terjaga kualitasnya sebelum dikirim ke pelanggan.
”Sebelum dijual, air harus benar-benar dingin supaya kualitasnya bagus," katanya.
Meski usahanya baru berjalan beberapa bulan, Bagol sudah mulai merasakan hasilnya.
Pelanggannya, yang sebagian besar berasal dari warga sekitar dan desa tetangga, sudah mulai terbiasa membeli air rebusan.
Air rebusan dijual dengan harga Rp10.000 per galon mineral (sekitar 19 liter), harga yang setara dengan air isi ulang pada umumnya.
Dalam satu kali produksi, Bagol bisa menghasilkan sekitar 25 galon air rebusan. Pelanggan bisa datang langsung untuk mengambil air atau memanfaatkan layanan antar ke rumah.
Bagol optimistis bisnisnya akan berkembang, meskipun saat ini ia baru memiliki puluhan pelanggan.
”Saya berharap usaha ini bisa bertahan dan berkembang. Ke depannya, saya ingin meningkatkan produksi, pelayanan, dan jangkauan pasar," ujar Bagol penuh harap.
Ia juga terbuka terhadap masukan dari pelanggan dan berharap ada dukungan dari instansi terkait untuk pembinaan usahanya, agar selain lancar, usahanya juga aman dalam hal kesehatan.
Di luar usaha depot air rebusan, Bagol juga mengelola usaha makanan dan kopi di desanya.
Sebelumnya, ia bekerja sebagai sopir. Namun, setelah mengalami kecelakaan, Bagol memutuskan untuk banting setir menjadi pelaku UMKM.
”Dulu saya sopir, tapi setelah kecelakaan, saya merasa risiko pekerjaan itu terlalu besar. Sekarang, saya lebih memilih membuka usaha sendiri yang lebih aman," kata Bagol.
Keputusan ini membawa perubahan besar dalam hidupnya, dan ia berharap usahanya bisa semakin berkembang di masa depan.
Dengan semangat dan tekad yang kuat, Bagol berusaha untuk memberikan alternatif pilihan air minum yang sehat bagi masyarakat.
Bisnis air rebusan yang dijalaninya mungkin masih baru, namun ia percaya dengan kerja keras dan konsistensi, usaha ini akan semakin dikenal dan diminati.
Harapan Bagol, usahanya tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya, tetapi juga bagi kesehatan masyarakat sekitar. (***/ign)
Editor : Slamet Harmoko