Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Donasi untuk Sasa Mulai Berdatangan, Gadis 11 Tahun Yang Buang Air dengan Kantong Kolostomi

Sabrianoor • Sabtu, 18 Januari 2025 | 22:10 WIB
KEPEDULIAN: Orang tua Sasa, saat menerima salah satu donasi di kediamannya.
KEPEDULIAN: Orang tua Sasa, saat menerima salah satu donasi di kediamannya.

KUALA KAPUAS,radarsampit.jawapos.com- Uluran tangan berupa donasi terus berdatangan terhadap kesembuhan dan perawatan Salsabila Nadiva Arista atau Sasa ,gadis 11 tahun yang terpaksa buang air dengan kantong kolostomi . Sasa pun harus menjalani perawatan tersebut, usai dipotong usus besarnya akibat kecelakaan yang menimpanya September 2024 lalu.

"Hari ini (red: kemarin) sudah ada donasi dari pihak sekolah Sasa ,yaitu MIN Kapuas, ibu-ibu Asbata dan MAN Kapuas,sebelumnya juga ada bantuan dari pihak Kemenag " ucap Zanet, kerabat Sasa tanpa menyebutkan nominalnya, Sabtu ( 18/01).

Sasa yang saat ini sudah dilakukan penanganan dari Pemkab Kapuas,terus mendapatkan bantuan moriil .Diharapkan segenap pihak ,Sasa bisa segera sembuh dan kembali bersekolah.

Sementara itu orang tua Sasa ,yaitu Halila (39 ) dan M Noor (40) terus memdampingi sang buah hati yang kini masih terbaring di ruang ICU RSUD Kapuas. Ada rasa bahagia,ketika melihat Sasa menunjukan perubahan lebih baik."Sudah bisa minum dengan sedotan ,sebelumnya hanya ditetesi air " tutur Halila.

Meskipun untuk pemeriksaan mendalam, masih menunggu dokter spesialis anak yang tidak setiap hari ada di RSUD Kapuas. Namun perawatan yang dilakukan telah melalui instruksi dokter terkait.

" Dokternya dari Palangka Raya, karena RS tidak punya dokter spesialis khusus anak, senin,  selasa dan rabu baru ada.Jadi sementara ini belum dilakukan pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis. Perawatan masih meneruskan hasil pemeriksaan di RS sebelumnya" kata Halila kepada Radar Sampit.

Dari keterangan orang tua Sasa, anak itu terpaksa dirawat mandiri di rumah selama 2,5 bulan karena BPJS nya telah habis. Kondisinya sangat memprihatinkan selama 3 minggu terakhir ,dimana ditandai berat badannya menyusut drastis.

"Jadi makanan yang masuk ,hanya selang beberapa saat sudah dikeluarkan melalui kantong kolostomi,sebelum diserap tubuh. Hal itu juga membuatnya kekurangan cairan (dehidrasi) sehingga berat badannya menyusut,”beber Halilah.

Kini orang tua Sasa sangat bersukur sekali dengan adanya banyak pihak yang perhatian terhadap kondisi anaknya.Tak lupa keduanya sangat berterima kasih dan berharap hal ini membuat Sasa cepat sembuh dan semangat. (sbn/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#kapuas #sembuh #kolostomi #usus besar #Kabupaten Kapuas #dokter #dehidrasi #kuala kapuas #membaik #RSUD Kapuas #sasa #buang air #Pemkab Kapuas #Dokter Spesialias #donasi