Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Almarhum Thamrin Noor: Terus Berkaya Meski Kena Stroke

Heny Pusnita • Jumat, 27 Desember 2024 | 11:35 WIB
DIMAKAMKAN : Proses pemakaman almarhum HM Thamrin Noor di Tempat Pemakaman Umum Jalan Bumi Ayu, Kamis (26/12) pagi. HENY/RADAR SAMPIT
DIMAKAMKAN : Proses pemakaman almarhum HM Thamrin Noor di Tempat Pemakaman Umum Jalan Bumi Ayu, Kamis (26/12) pagi. HENY/RADAR SAMPIT

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kepergian HM Thamrin Noor meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, dan para pejabat yang dulu mengenalnya.

Wakil Bupati Periode 2000-2005 ini sangat berperan terhadap pembangunan di Kotim. Namanya dikenal sebagai sosok motivator yang memiliki kepedulian tinggi.

Suara sirine mobil patwal dan suara mobil ambulans menggema di sepanjang Jalan Kapten Mulyono, Kamis (26/12) pagi. Rombongan pengendara mengiringi jenazah HM Thamrin Noor ke tempat peristirahatan terakhir di Pemakaman Umum Jalan Bumi Ayu.

Sebelum dikebumikan, ratusan warga sejak pagi ramai memenuhi Hotel Pondok Family milik HM Thamrin Noor yang berlokasi di Jalan Kapten Mulyono.

Sebagian besar masyarakat yang mengenal sosok HM Thamrin Noor, mengenakan pakaian serba hitam. Peti jenazah yang ditutupi kain hijau dibawa ke Masjid Nurul Ikram untuk disalatkan oleh masyarakat.

HM Thamrin Noor dikabarkan wafat di RSUD Doris Sylvanus jam 12.30 Rabu (25/12) siang. Kabar duka itu begitu cepat tersebar luas di kalangan masyarakat Kotim. Jenazah HM Thamrin Noor tiba di Sampit Rabu (25/12) malam sekitar jam 19.00 WIB.

Sosoknya kembali diingat oleh mantan pejabat Kotim yang pernah menjalin keakraban dengan almarhum. Salah satunya Burhanuddin, pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) yang menduduki jabatan terakhir sebagai Kepala Bappenda Kotim.

"Alhmarhum luar biasa dari sisi pergaulan. Beliau memang unggul memberikan motivasi terlebih di bidang pendidikan dan sangat peduli terhadap pembangunan di Kotim," ujar Burhanuddin saat diwawancarai Radar Sampit saat ikut mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman.

HM Thamrin Noor dikenal sering membantu kawan dan memiliki jiwa sosial tinggi. "Beliau itu tegas dan sangat peduli. Dulu tahun 1993-1999 saya pernah menjabat sebagai Sekretaris Golkar dan beliau aktif di AMPI dan KNPI.Pada tahun 1985 ada namanya Pemuda Panca Marga, organisasi di bawah keluarga besar Abri yang pernah kami ikuti," ujar pria berusia 68 tahun ini.

Burhanuddin juga satu alumni di Akademi Pajak Keuangan Surabaya. HM Thamrin Noor merupakan kakak tingkatnya selama di perguruan tinggi.

"Saya lebih muda dua tahun dari beliau. Satu alumni di Akademi Pajak Keuangan Surabaya. Saya tahun 1978 angkatan ketujuh, beliau alumni angkatan keempat atau kelima," ujarnya.

"Saya dan beliau sudah sama-sama tua. Beliau dipanggil lebih dulu, saya tinggal menunggu waktu dan giliran saja. Saya turut berduka cita, semoga beliau mendapatkan tempat di sisiNya yang terbaik dan meninggal husnul khotimah," lanjutnya.

Wakil Bupati Kotim Irawati yang juga hadir mengantarkan HM Thamrin Noor ke liang lahat juga mengucapkan belasungkawa.

"Kami mengucapkan turut berbela sungkawa dan terima kasih sebesar-besarnya kepada almarhum dan kami bersaksi beliau orang yang baik. Orang memperhatikan pembangunan di kotim dan seorang motivator yang berjasa terhadap pembangunan di Kotim," kata Irawati didampingi suami dan juga Pj Sekda Kotim Sanggul Lumban Gaol yang juga hadir saat pemakaman.

Dedikasi dan jasa HM Thamrin Noor akan menjadi kenangan untuk Kotim. "Jasa beliau terhadap Kotim akan kami kenang. Kami merasa sangat kehilangan dengan sosok tokoh pembangunan sekaligus pemerhati pendidikan di Kotim. Kami atas nama pemerintah daerah memohon maaf apabila semasa hidup ada berbuat salah dan kepada keluarga yang ditinggalkan semoga selalu Allah berikan kesehatan dan ketabahan," ucap Irawati.

Thamrin Noor dikenal sebagai tokoh penting dalam pembangunan Kotim. Pria kelahiran Banjarmasin pada 21 November 1955 ini, pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kotim periode 2000-2005.

Sebelum menjabat sebagai orang nomor dua di Kotim pada masa itu, Thamrin mengawali karirnya sebagai pegawai di Dispenda Kotim pada tahun 1981-1982, Wakil Ketua DPRD Kotim tahun 1992-1997, Ketua DPRD Kotim tahun 1997-1999.

HM Thamrin Noor juga aktif dibidang keorganisasian, sebagai Ketua DPD AMPI Kotim pada tahun 1984-1989, Ketua DPD KNPI tahun 1988-1991, Ketua DPD Golkar 1983-1998 selama tiga periode, pembina PMII, Ketua Tanfidziyah PC NU Kotim tahun 2008-2016.

Kemudian sebagai Ketua Mustasyar PC NU Kotim tahun 2016-2024, Anggota Dewan Pertimbangan MUI Kotim tahun 2021-2026,Pembina Kadin Kotim, Ketua DPW Kalteng Partai Berkarya tahun 2021-2026, Ketua Dewan Pakar ICMI Kotim.

Selain berjasa di bidang pembangunan, Thamrin Noor juga aktif di dunia pendidikan sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit.

Ia juga pernah menulis buku Motivasi dan Kompetensi Kinerja Karyawan pada PT Penascop Maritim Indonesia yang diterbitkan tahun 2021.

HM Thamrin Noor juga pernah menjadi mahasiswa STIE angkatan pertama yang lulus pada tahun 1989. Almarhum meninggalkan istri (Nanik Ismiyati), tiga anak (Rony, Anita Irawati, dan Rini Wardani) serta sembilan cucu.

Plt Wadir Pelayanan Kesehatan RSUD dr Murjani Sampit dr Muhammad Akhya Ridzkie yang juga selaku menantu HM Thamrin dari putri bungsunya yang bernama Rini Wardani mengatakan bahwa mertuanya sudah lama mengalami sakit stroke selama 20 tahun.

Beberapa bulan sebelum wafat, almarhum sudah dinyatakan sehat dan sudah bisa berjalan normal.

"Dua bulan lalu tiba-tiba kreatinnya naik lalu dibawa ke RSUD Darmo Surabaya dan RS Mayapada menjalani perawatan selama dua minggu," kata dr Akhya saat ditemui di pemakaman.

Kondisi kesehatannya kemudian membaik dan sempat merayakan ulang tahunnya ke-69 tahun pada 21 November 2024 di RM Rindu Mentaya yang juga rumah makan milik almarhum.

"November bulan lalu itu kesehatan beliau sudah mulai membaik. Jumat lalu kambuh lagi, tiba-tiba pingsan saat posisi di rumah dan langsung dibawa ke IGD dan dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus mengalami koma selama lima hari, sampai akhirnya dinyatakan meninggal dunia," kata dr Akhya.

Akhya mewakili seluruh keluarga memohon maaf apabila semasa hidup almarhum berbuat kesalahan.

"Mohon maaf apabila selama hidup beliau ada berbuat salah dan apabila ada hutang beliau yang belum dibayarkan bisa disampaikan ke kami. Insha Allah selama tujuh hari kedepan kami akan mengadakan pengajian tahlilan di rumah duka," tandasnya. (hgn/yit)

Editor : Slamet Harmoko
#wabup kotim #STIE Sampit #sampit #kotim #thamrin noor #kalteng