Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dihantam Gelombang, Kapal Motor Madani Setia Bermuatan Pupuk Karam di Perairan Kumai

Koko Sulistyo • Selasa, 17 Desember 2024 | 07:40 WIB

EVAKUASI: Anak buah kapal dan nakhoda KM Madani Setia dipindahkan dari tugboat penyelamat TB Karya Tangguh ke Kapal KPLP Kumai, baru-baru ini. IST/RADAR SAMPIT
EVAKUASI: Anak buah kapal dan nakhoda KM Madani Setia dipindahkan dari tugboat penyelamat TB Karya Tangguh ke Kapal KPLP Kumai, baru-baru ini. IST/RADAR SAMPIT
 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kecelakaan laut terjadi di Perairan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Kapal Motor Madani Setia bermuatan pupuk serta barang kelontongan, tenggelam di tengah hebatnya amukan gelombang Laut Jawa, Sabtu (14/12).

Seluruh anak buah kapal selamat dalam kecelakaan tersebut. Meski demikian, kejadian itu membuat kerugian besar bagi perusahaan pelayaran, karena seluruh barang yang rencananya diantar ke tempat tujuan ikut tenggelam, sementara barang lainnya hanyut di Perairan Tanjung Puting.

Informasi dihimpun, kapal bertolak dari Pelabuhan Gresik dengan tujuan Kumai pada 12 Desember dengan membawa pupuk dan bahan kelontongan.

Memasuki hari kedua pelayaran, 14 Desember 2024, sekitar pukul 20.00 WIB, kapal barang tersebut diadang cuaca buruk. Hampir satu jam awak kapal berusaha bertahan dari amukan gelombang tinggi, namun pukul 21.00 WIB kapal tidak mampu bertahan.

Gelombang tinggi menumpahkan air ke dalam kapal dan meluap melalui lambung kiri kapal.

Air kemudian masuk ruang mesin yang mengakibatkan arus listrik padam, sehingga pompa air tak berfungsi. Air terus masuk dan kapal mulai perlahan tenggelam.

Awak kapal yang berjumlah enam orang, terombang-ambing di laut dalam keadaan cuaca buruk. Mereka akhirnya selamat setelah sekitar pukul 03.00 WIB dinihari, Kapal TB Karya Tangguh 2309 melintas.

Pada 15 Desember 2024, sekitar pukul 07.00 WIB, mereka dijemput Kapal KPLP milik KSOP Kumai dan Basarnas untuk kemudian dilakukan evakuasi kembali dan dibawa ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai.

Adapun kerugian materi musibah itu, yakni berupa pupuk NPK 500 ton, barang kelontongan berupa drum plastik berjumlah 400 buah, snack 1.500 pcs, springbed 12 buah, selang TR 50 karung, serta barang pecah belah 50 karung, tandon 16 buah, stereoform 100 buah, dan botol kosong 120 bal.

”Untuk evakuasi ABK kapal tenggelam dilakukan KSOP. Kami hanya mendampingi. Ada enam yang berhasil diselamatkan,” kata Kasiops Basarnas Kalimantan Tengah, Salman.

Sementara itu, kecelakaan laut di hari yang sama juga terjadi di Perairan Kumai, kawasan Taman Nasional Tanjung Putting. Satu kapal nelayan Desa Tanjung Putri karam dihantam gelombang tinggi saat melaut.

Empat nelayan berhasil diselamatkan kapal nelayan lainnya yang kebetulan saat badai datang berdekatan antara satu kapal dengan kapal lainnya.

”Ada 4 orang nelayan yang berhasil dievakuasi. Mereka berangkat melaut dari Tanjung Putri berombongan dan saat kejadian kapal yang lain menolong mereka. Saat ini para nelayan masih bertahan di perairan Tanjung Putting, berusaha mengangkat kapal mereka yang tenggelam," kata Kepala Desa Tanjung Putri, Elli. (tyo/ign)

 

Editor : Slamet Harmoko
#perairan #Kapal Motor Madani Setia #kumai #tenggelam #kapal barang #dihantam gelombang #karam