Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kesadaran Masyarakat Masih Rendah, Pengelolaan Sampah di Sampit Hadapi Tantangan Besar

Yuni Pratiwi Iskandar • Selasa, 10 Desember 2024 | 07:05 WIB

DEPO SAMPAH: Salah satu Depo Sampah di Jalan Sampurna, Senin (9/12). YUNI/RADAR SAMPIT 
DEPO SAMPAH: Salah satu Depo Sampah di Jalan Sampurna, Senin (9/12). YUNI/RADAR SAMPIT 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com -  Persoalan  sampah  di  Sampit  menjadi  tantangan  besar  yang  harus  diatasi. 

Setiap  harinya,  puluhan truk sampah  masuk  ke  tempat pembuangan akhir (TPA) seluas  12,5  hektare.  Kondisi  ini  membuat  TPA  hampir  over load.

Plt  Kepala  DLH  Kotim  yang  diwakili  oleh  Kepala  Bidang  Tata  Lingkungan Endah  Prihatin mengatakan bahwa yang  terjadi  saat  ini,  pihaknya belum  mampu  melakukan  upaya  yang  signifikan  untuk  mengatasi  sampah.    

"Sampah  ada  di  mana-mana,  penumpukan  sampah  di  depo  atau  TPS  belum  maksimal  tertangani.  Jauh  dari  kesadaran  kita  untuk  memanfaatkan  atau  mengelola  sampah.  Untuk  urusan  membuang  sampah  dengan  benar  saja,  kita  masih  harus  berupaya  dengan  keras  untuk  melakukannya.  Dan  lebih  parahnya  lagi,  sungai  dianggap  menjadi  bak  sampah  alami,"  ungkapnya.   

Kondisi  ini  semakin  diperberat  dengan  target  pemerintah  pusat  yang  menghendaki  tidak  ada  lagi  pembangunan  TPA  sebagai  upaya  mengurangi  emisi  karbon  dari  sumber  sampah. 

"Pun  jika  akan  dibangun,  penyediaan  TPA  akan  terkendala  dengan  lahan  yang  sangat  terbatas,"  jelasnya.

Dirinya menekankan  pentingnya  perubahan  paradigma  dalam  mengelola  sampah.  Idealnya, sampah  dan  limbah  tidak  langsung  dibuang  begitu  saja,  tetapi  juga  perlu  dipilah  dan  diolah  lebih  lanjut  agar  nilai  guna  dari  sampah  itu  terus  berlanjut. 

Sehingga,  beban  lingkungan  yang  disebabkan  oleh  sampah  dapat  ditekan  lebih  kecil  lagi. 

"Paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru, paradigma yang menganggap sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomis," terangnya. 

Oleh karena itu, perlu mengoptimalkan pengelolaan sampah yang melibatkan berbagai pihak.

Hal ini membutuhkan kerja sama dari kalangan masyarakat, pemerintah, dan juga sektor privat, badan usaha untuk turut berpartisipasi dalam menumbuhkan peran serta masyarakat untuk mengoptimalkan pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah. (yn/yit) 

Editor : Slamet Harmoko
#masyarakat #DLH Kotim #sampah #sampit #kesadaran #TPA Sampah #kotim #Penanganan Sampah