SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Aloha (48) dan keluarganya terkejut bukan main saat hendak menyantap hidangan makan malam. Pasalnya, dua orang tetangganya berinisial Y dan B membuat ulah hingga menyerang mereka menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau.
Menurut keterangan Arif (28) salah satu korban penyerangan mengatakan, kejadian itu bermula saat dirinya baru saja pulang kerja sebagai ojek online alias ojol. Setelah selesai mandi dan ingin makan malam bersama keluarga, tiba-tiba datang Y dan B mengamuk di depan rumahnya.
”Waktu mau makan, kok ada ribut ribut di luar. Pas saya buka, mereka langsung ingin menyerang saya,” kata Arif saat melaporkan peristiwa itu Mapolsek Baamang, Sabtu (19/10) kemarin.
Ketegangan semakin menjadi saat salah satu pelaku Y, menyayat badannya sendiri menggunakan sajam tepat di depan keluarga Aloha. Tanpa aba-aba, Y kemudian mendadak melakukan penyerangan sambil mengayunkan sajam di tangannya hingga masuk ke dalam rumah mereka.
”Kami tidak punya masalah dengan mereka (pelaku-red). Tapi, mereka malah menyerang kami seakan kami ini musuh. Apalagi, waktu kejadian, ada anak kecil di rumah kami. Atas perbuatannya itu, kami langsung melapor kepada pihak Kepolisian setempat,” kata Arif.
Tak lama, Tim Unit Reskrim Polsek Baamang pun tiba di lokasi. Satu orang penyerang pun langsung diamankan tanpa perlawanan. Sedangkan pelaku lainnya inisial B, dikabarkan kabur hingga masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
”Pelaku yang diamankan ini (Y-red) sudah sering membuat onar di kampung kami. Kalau lagi marah, dia pasti menyerang siapa saja yang ada di depannya dengan menggunakan sajam. Termasuk yang kami alami ini tadi. Makanya kasus ini kami laporkan ke polisi,” ujar Arif.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Usman Harun, Gang Martapura, Kecamatan Baamang, Sampit, pada Jumat (18/10) malam lalu. Saat dikonfirmasi, Kapolsek Baamang AKP M Romadhon membenarkan tentang peristiwa yang terjadi di wilayahnya itu.
”Benar. Saat ini satu orang sudah kami amankan dan satu lainnya masih dalam pengejaran. Untuk informasi lebih lanjutnya nanti akan disampaikan. Sementara ini, anggota masih fokus melakukan penyelidikan di lapangan,” ujarnya. (sir/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama