Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mungkinkah Tipis Modal? Penantang Petahana di Pilkada Kotim Dinilai Minim Sosialisasi

Rado. • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 12:23 WIB
ilustrasi logo Pilkada 2024/Jawa Pos
ilustrasi logo Pilkada 2024/Jawa Pos

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng dinilai masih minim sosialisasi.

Terutama penantang petahana. Sosialisasi yang gencar dinilai akan membuat pertarungan memperebutkan suara akan lebih sengit.

”Saya menilai yang saat ini dikenal luas petahana, sementara paslon penantang masih perlu melakukan sosialisasi diri. Paslon penantang ini memang harus dikemas, meski Rudini sebenarnya bukan orang baru di pilkada, karena sudah dua kali bertarung,” kata Gumarang, pemerhati politik di Kotim, Jumat (11/10).

Pilkada Kotim diikuti tiga paslon, yakni nomor urut 1 Halikinnor-Irawati (petahana), nomor urut 2 Sanidin-Siyono, dan nomor urut 3 Muhammad Rudini Darwan Ali-Paisal Darmasing.

Menurutnya Gumarang, Rudini sebenarnya sudah punya peluang dalam pilkada kali ini. Akan tetapi, hal itu harus dikelola dan diolah, serta didongkrak oleh wakilnya.

”Figur  memang harus dibuat membumi jika memang ingin menang melawan petahana, baik itu juga wakilnya,” katanya.

Gumarang melanjutkan, publik saat ini minim akses informasi mengenai dua penantang petahana, terutama latar belakang dan rekam jejaknya.

Apalagi informasi mengenai sosok paslon yang ditampilkan dalam laman infopemilu.kpu.go.id juga terbatas.

Publik, kata Gumarang, tidak pernah diberikan informasi lengkap mengenai latar belakang paslon. Mestinya, paslon dikenalkan dari sisi latar belakang, keluarga, dan latar belakang sebelumnya.

”Orang tidak tahu siapa dan apa saja rekam jejak dan pengalamannya. Harusnya itu ditawarkan ke masyarakat, supaya bisa mengenal lebih dalam dan lebih jauh calon pemimpin mereka,” ujar Gumarang.

Gumarang menilai, komunikasi publik yang dilakukan tim sukses masing-masing paslon kurang maksimal.

Dia mempertanyakan kemampuan tim konsultan politik paslon yang berlaga. Jika dibanding kontestan pilgub, polanya jauh berbeda.

”Saya melihat sumber daya untuk mengenalkan paslon itu banyak tidak digunakan untuk melakukan komunikasi publiknya dengan baik dalam menjual paslon. Belum ada yang bisa menarik simpati publik,” kata Gumarang.

Saat ini, lanjutnya, orang lebih banyak mengenal pasangan petahana. Namun, itu hanya sebatas mengenal, belum tentu menjatuhkan pilihannya.

”Petahana unggul dari komposisi mesin politik dan rekam jejaknya sudah diuji publik. Tinggal bagaimana penantang yang belum pernah menjabat punya strategi untuk pemenangannya,” kata Gumarang.

Gumarang menilai, kondisi di lapangan saat ini ibarat pertarungan dua paslon melawan petahana. Pasalnya, strategi yang digunakan untuk kampanye tidak jauh dari mendengungkan kekurangan petahana selama bekerja lima tahun terakhir.

”Ya, inilah kelebihan dan kekurangan petahana. Sudah diketahui rekam jejaknya dari luar dalam,” kata Gumarang. (ang/ign)

Editor : Slamet Harmoko
#Paslon Pilkada #KPU Kotim #gumarang #Muhammad Rudini #sampit #petahana #Paisal Darmasing #BAWASLU KOTIM #kalteng #pilkada kotim