NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Alam yang lestari merupakan salah satu anugerah Tuhan yang kerap terlupakan.
Mengagumi dan menjaganya bisa dilakukan dengan beragam cara. Festival Balayah Lanting atau Bamboo Rafting di Lamandau, misalnya, jadi event wisata yang jadi sarana menikmati mahakarya Sang Pencipta.
Event tahunan di Lamandau tersebut jadi magnet banyak wisatawan. Petualangan menyusuri sungai menggunakan rakit bambu itu memiliki daya tarik tersendiri.
”Seru sekali. Kita naik rakit bambu tradisional, sangat memicu adrenaline. Apalagi ketika melintasi riam dengan arus deras,” ucap Dina, salah satu peserta.
Sambil bertualang, peserta bisa menikmati alam berupa hutan hujan tropis di sepanjang aliran sungai yang indah, udara segar yang bebas dari polusi udara, serta air jernih yang menyegarkan.
Hal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini namanya berubah menjadi Festival Delang Hili Lanting Ecofest 2024.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Penyombaan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Sabtu (28/9).
Pembukaan festival dilakukan Asisten II Pemkab Lamandau, Miego Basel, mewakili Pj Bupati Lamandau. Pesertanya dari unsur forkopimda, perwakilan seluruh SOPD, kecamatan, organisasi, hingga wisatawan lokal dan mancanegara.
Kegiatan dilakukan dengan menyusuri riam/sungai menggunakan lanting terbuat dari bambu. Dimulai dari Desa Penyombaan dan berakhir di Kelurahan Kudangan. Jarak yang ditempuh kurang lebih 4 km dengan waktu sekitar satu jam.
”Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita untuk kembali membangkitkan gairah pariwisata di Kabupaten Lamandau,” kata Meigo.
Dia melanjutkan, festival tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah pengunjung yang datang, baik untuk berpartisipasi sebagai peserta maupun hanya sekedar menonton.
”Melalui pariwisata, kita dapat menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan UMKM. Juga dapat menumbuhkan industri pariwisata dengan jalur pendapatan mata uang asing melalui kunjungan wisatawan asing," katanya.
Dia berharap kegiatan itu berimbas positif pada banyak hal. Bukan hanya untuk peningkatan ekonomi, tetapi juga meningkatnya kesejahteraan masyarakat, khususnya warga sekitar lokasi kegiatan.
”Banyak hal yang bisa kita petik dari pelaksanaan acara ini. Selain sebagai upaya pemerintah daerah mengembangkan serta melestarikan adat budaya, juga dapat menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung ke Lamandau, serta mengenalkan kebudayaan kepada masyarakat secara luas," katanya.
Nikolous Sujud, ketua panitia kegiatan mengatakan, Delang Hili Lanting Ecofest 2024 diikuti 50 peserta. Event itu untuk mengenalkan desa di wilayah tersebut pada masyarakat luas, sekaligus promosi wisata dan membantu UMKM agar berkembang.
Sekretaris Camat Delang Srijinggo mengatakan, kegiatan Hili Lanting Ecofest 2024 mulai ada peningkatan. Dengan sistem fiesta (fasilitas event pariwisata), event itu dilaksanakan langsung oleh masyarakat desa setempat.
”Saya berharap event ini menjadi destinasi yang mampu membantu UMKM lokal yang ada di daerah untuk memasarkan produk kerajinan lokal yang mereka punya," katanya. (mex/ign)
Editor : Slamet Harmoko