Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Miris! Santri Tewas Setelah Dilempar Kayu Berpaku oleh Ustaznya

Slamet Harmoko • Senin, 30 September 2024 | 06:43 WIB
Ilustrasi Mayat (jawa pos)
Ilustrasi Mayat (jawa pos)

Radarsampit.jawapos.com - Seorang santri berstatus pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) tewas akibat dugaan kekerasan di Pondok Pesantrem di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Santri ini tewas diduga setelah dilempar kayu berpaku oleh ustadnya.

Plt Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Blitar Syaikhul Munib mengatakan segera meminta keterangan pihak ponpes terkait atas laporan kejadian memprihatinkan itu.

Diketahui, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB pada Minggu (15/9) lalu di luar jam sekolah.

Saat itu, santri berinisial K bersama temannya diminta untuk mandi dan salat Duha, tapi korban tidak menghiraukan arahan ustadnya.

“Hal ini yang diduga membuat si pengajar terpancing emosi. Kemudian, ustad itu melempar kayu ke arah santri dan tidak sengaja mengenai bagian kepala anak didiknya itu. Tak disangka, ternyata pada kayu itu tertancap paku yang diduga mengenai kepala belakang korban,” ujar Munib, yang ditemui di kantornya Jumat (27/9).

Saat itu, korban yang merupakan pelajar kelas 8 MTs ini langsung tak sadarkan diri setelah dilepar kayu berpaku dan pihak ponpes langsung membawanya ke RSUD Srengat.

Namun, pihak pondok merasa pelayanan di rumah sakit tersebut kurang memadai sehingga korban dilarikan ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sayangnya, perawatan di RSKK justru tidak banyak membantu penanganan luka korban. Korban sempat dirawat selama dua hari, hingga meninggal dunia pada Selasa (17/9).

Kini, kepolisian sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan pihak ponpes bersedia kooperatif.

“Tindakan ustad atau pengajar melempar kayu kepada santri itu tidak dibenarkan. Kami harap kejadian ini tidak terjadi lagi. Kami terus berkomunikasi dengan pihak ponpes untuk penanganan yang terbaik, karena peristiwa ini menghilangkan nyawa anak-anak,” ungkapnya dikutip Blitar Kawentar (Jawa Pos Group).

Baca Juga: Misteri Jilbab Abu-Abu yang Tersangkut di Granmax Maut Pangkalan Banteng

Munib mengaku peristiwa ini dapat dijadikan pelajaran untuk ponpes atau lembaga pendidikan yang lain agar tidak memakai kekerasan dalam melakukan pengajaran di dalam maupun luar kelas.

Bahkan, pihaknya juga kaget mendengar kabar ini sehingga langsung berkomunikasi dengan pengawas pendidikan di Kecamatan Ponggok.

Jumat (27/9), Kemenag menjadwalkan pertemuan dengan pihak yayasan ponpes untuk langkah pencegahan dan tindak lanjut kasus ini.

Menurut dia, kekerasan dalam pendidikan tidak sesuai prinsip dari Kemenag. Selain itu, Kemenag akan lebih intensif melakukan pembinaan kepada lembaga pendidikan sehingga tercipta pendidikan ramah anak.

“Ponpes ini masih baru 2 tahun beroperasi. Bahkan, izin operasionalnya masih berproses di Kemenag pusat. Namun, sepengetahuan kami, lembaganya berkembang bagus. Sayangnya, kami prihatin dengan kejadian ini,” tutur Munib.

Saat ini pihak Kepolisian sedang menindaklanjuti kejadian tersebut dengan memeriksa beberapa saksi. Baik dari pihak terduga pelaku, ponpes, maupun korban. (*)

 

Editor : Slamet Harmoko
#Kemenag Kabupaten Blitar #tewas #santri blitar #Santri dilempar kayu #santri tewas #santri #santri dilempar kayu berpaku #santri tewas blitar