Radarsampit.jawapos.com - Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan ajang olahraga terbesar di Indonesia yang diadakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). PON diadakan setiap empat tahun sekali dan melibatkan seluruh provinsi di Indonesia.
PON pertama kali diselenggarakan pada tanggal 8 September 1948 di Solo, Jawa Tengah.
Acara ini dimulai sebagai pengganti karena atlet Indonesia tidak dapat berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Panas XIV di London pada tahun 1948.
Pada saat itu, Indonesia menghadapi banyak kendala untuk mengikuti olimpiade karena Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) belum diakui sebagai anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Salah satu hambatan besar yang dihadapi Indonesia adalah pengakuan internasional terhadap kemerdekaan dan kedaulatannya yang masih belum tercapai.
Selain itu, paspor Indonesia tidak diakui oleh pemerintah Inggris, dan para atlet Indonesia hanya bisa ikut serta di London dengan menggunakan paspor Belanda, sesuatu yang ditolak oleh Indonesia karena ingin membawa nama negaranya sendiri. Hal ini mengakibatkan rencana keikutsertaan Indonesia dalam olimpiade gagal.
Pada tanggal 1 Mei 1948, dalam sebuah konferensi darurat di Solo, PORI memutuskan untuk mengadakan Pekan Olahraga sebagai pengganti partisipasi di Olimpiade London.
Pekan Olahraga ini direncanakan berlangsung pada Agustus atau September 1948 di Solo, dengan tujuan untuk menghidupkan kembali semangat olahraga yang pernah diadakan oleh ISI pada tahun 1938, yang dikenal sebagai ISI Sportweek atau Pekan Olahraga ISI.
Solo dipilih sebagai tuan rumah PON pertama karena memiliki fasilitas olahraga yang memadai, termasuk Stadion Sriwedari dan kolam renang. Selain itu, pengurus besar PORI juga berkedudukan di Solo, sehingga kota ini menjadi pilihan yang tepat untuk mengadakan acara olahraga nasional pertama tersebut.
PON I berlangsung dari tanggal 8 hingga 12 September 1948. Selain sebagai ajang kompetisi olahraga, PON I juga bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia, meskipun wilayahnya dipersempit akibat Perjanjian Renville, tetap mampu menyelenggarakan acara olahraga berskala nasional.
Upacara pembukaan PON I berlangsung pada tanggal 9 September 1948 dan kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas).
Pada PON I, sekitar 600 atlet bertanding dalam sembilan cabang olahraga untuk memperebutkan 108 medali. Peserta berasal dari tingkat kota, kabupaten, dan karesidenan, dengan total 13 partisipan. Karesidenan Surakarta menjadi juara umum dengan perolehan 36 medali.
Upacara pembukaan PON I diresmikan oleh Presiden Soekarno, sedangkan penutupan dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang saat itu menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Republik Indonesia (KORI).
Cabang olahraga yang dipertandingkan dalam PON I meliputi atletik, bola keranjang, bulutangkis, sepak bola, tenis, renang (termasuk polo air), panahan, bola basket, dan pencak silat.
Peserta PON I terdiri dari berbagai kota/kabupaten/karesidenan di Indonesia, antara lain Kota/Kabupaten Bandung, Kabupaten Banyuwangi, Karesidenan Jakarta, Karesidenan Kedu, Karesidenan Kediri, Karesidenan Madiun, Kota/Kabupaten Magelang, Karesidenan Malang, Karesidenan Semarang, Karesidenan Pati, Karesidenan Surabaya, Karesidenan Surakarta, dan Karesidenan Yogyakarta. (*/jpc)
Editor : Slamet Harmoko