Semua Agama Abrahamik (Islam, Kristen, dan Yahudi ) sepakat bahwa manusia (homo sapiens) atau manusia modern berasal dari keturunan Adam dan Hawa, bukan melalui teori evolusi yang dicetuskan Charles Darwin (manusia berasal dari kera).
Hal ini seiring dengan kemajuan sains yang mengidentifikasi perbedaan genetika manusia modern dan simpanse.
Berkat kemajuan dalam identifikasi DNA dan penelusuran Mitokondria DNA yang diwariskan oleh ibu, banyak misteri asal-usul manusia yang yang terungkap.
Di antaranya adalah semua manusia modern atau Homo Sapiens berasal dari Afrika dan kemungkinan Adam dan Hawa menetap di sana terlebih dahulu jika ditautkan dengan keyakinan banyak penganut agama.
Namun, tak dapat dipungkiri juga telah banyak ditemukan fosil-fosil manusia purba di berbagai belahan bumi.
Para ilmuwan mengidentifikasinya sebagai spesies lain yang berbeda dengan manusia modern.
Sebelum kepunahan salah satu spesies manusia purba terakhir, yaitu Homo Neandertalensis.
Banyak situs ilmiah yang mengungkapkan sempat terjadi perkawinan silang antara manusia modern dan manusia purba.
Meskipun diungkapkan dari berbagai sumber ahli yang menyatakan jarak kemunculan manusia modern dan manusia purba terpaut hingga ratusan ribu tahun.
Dihimpun dari berbagai sumber, pada Maret 2010, para ilmuwan mengumumkan penemuan sebuah pecahan tulang jari tangan dari seorang perempuan muda yang hidup sekitar 41.000 tahun lalu di wilayah Gua Denisova di Pegunungan Altai, Siberia, di sebuah gua yang juga dihuni oleh Neanderthal dan manusia modern.
Analisis DNA mitokondria (mtDNA) gen yang diwarisi ibu dari tulang jari tangan memperlihatkan perbedaan secara genetik antara mtDNA Neanderthal dan manusia modern
Dengan metode komputasi dan statistik, menunjukkan sejarah rumit percampuran manusia purba, yang menunjukkan adanya pergerakan populasi selama beberapa milenium di seluruh dunia.
Salah satu pertanyaan tersebut adalah hubungan antara manusia modern dan manusia purba, seperti Neanderthal.
Faktanya, pertanyaan ini memicu perdebatan sengit tentang apakah manusia modern membawa gen dari Neanderthal.
Selama bertahun-tahun, pendapat para peneliti, baik yang pro maupun yang kontra, terus berubah.
Namun, secara bertahap, beberapa peneliti termasuk ahli genetika Svante Paabo dari Institut Max Planck di Jerman dan rekannya Richard (Ed) Green dari Universitas California-Santa Cruz mulai menunjukkan bukti kuat bahwa memang ada aliran gen dari Neanderthal ke manusia modern.
Dalam sebuah makalah tahun 2010, para peneliti ini memperkirakan bahwa orang-orang yang bukan keturunan Afrika memiliki sekitar 2 persen keturunan Neanderthal.
Manusia Neanderthal hidup di wilayah geografis yang luas di seluruh Eropa, Timur Dekat, dan Asia Tengah sebelum punah sekitar 30.000 tahun yang lalu.
Mereka hidup berdampingan dengan manusia modern secara anatomis, yang berevolusi di Afrika sekitar 200.000 tahun yang lalu.
Catatan arkeologi menunjukkan bahwa manusia Neanderthal mahir membuat peralatan dari batu dan mengembangkan sejumlah ciri fisik yang secara unik membuat mereka beradaptasi dengan iklim dingin dan gelap, seperti hidung lebar, bulu tubuh tebal, dan mata besar.
Mengikuti jejak penelitian Paabo dan Green tentang Neanderthal, Akey dan seorang rekannya, Benjamin Vernot, menerbitkan sebuah makalah di jurnal Science yang membahas tentang pemulihan urutan Neanderthal dari genom manusia modern.
Ahli genetika David Reich dari Universitas Harvard menerbitkan makalah serupa di jurnal Nature, dan, bersama-sama, kedua makalah tersebut memberikan data pertama yang menggunakan genom modern untuk menyelidiki hubungan kita dengan Neanderthal.
Hasilnya, tidak ditemukan mitokondria DNA manusia purba dalam tubuh manusia modern, namun ada warisan DNA neandertal sekitar 1-4 persen bagi manusia di luar benua Afrika.
Artinya, kemungkinan besar ada percampuran atau kawin silang antara manusia modern dan manusia purba sebelum punah, yang mana berasal dari Ibu (homo sapiens) dan ayah (homo neandertalensis). (rm-107)
Referensi :
Karya ilmiah
Coop, G., Bullaughey, K. Luca, F., Przeworski, M., 2008. The timing of selection at the human FOXP2 Gene. Molecular Biology and Evolution 25(7): 1257-1259.
Currat, M., Excoffier, L., 2004. Modern humans did not admix with Neanderthals during their range expansion into Europe. PLoS Biology 2: e421.
Dalton, R., 2006. Neanderthal DNA yields to genome foray. Nature 441: 260-261.
Editor : Gunawan.