SAMPIT – Kejahatan pemalsuan uang masih sering ditemukan di Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur. Perlu pemahaman semua lapisan masyarakat untuk mencegah kejahatan tersebut terus berulang.
Atas dasar itu, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kalteng menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah.
”Kegiatan Cinta Bangga Paham rupiah ini bentuk perwujudan dari kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik desain rupiah, memperlakukan uang rupiah dengan tepat dan mencegah peredaran uang palsu," kata Muhammad Irfansyah, Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Jumat (12/7).
Kegiatan tersebut diikuti 150 guru dari SD hingga SMA sederajat di Palace Ballroom Aquarius Boutique Hotel Sampit. ”Kami mengharapkan guru sebagai agen edukator yang memberikan edukasi kepada anak didiknya terkait karakteristik pengenalan desain uang rupiah," katanya.
Selain itu, guru diharapkan dapat memberikan edukasi peserta didik cara memperlakukan, mempergunakan, dan menyimpan uang rupiah dengan baik.
”Uang harus dijaga, dipelihara dan disimpan dengan baik agar tidak sobek dan tidak mencoret uang ataupun menstaples uang kertas," katanya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng Pramudya Wicaksana mengatakan, uang rupiah bukan hanya sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan bangsa Indonesia. Karena itu, menjaga uang dapat dilakukan dengan cinta, bangga dan paham dengan cara mengenali ciri, rawat, pahami penggunaannya untuk berbagai kebutuhan.
”Pembayaran yang sah di Indonesia tidak hanya melalui uang tunai tetapi juga bisa dilakukan secara digital. Salah satunya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yaitu standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya yang juga dapat digunakan siswa dan tenaga pendidik di Kalteng," kata Pramudya.
Bank Indonesia Provinsi Kalteng berupaya aktif menggemakan kampanye Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, serta melalukan perluasan akseptasi digital melalui edukasi dan sosialisasi dengan menargetkan seluruh lembaga pendidikan dari tingkat SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi di Kalteng. Khususnya Kotim yang punya potensi menjadi agen edukator perpanjangan CBP dan menambah pengguna QRIS di Kalteng.
”Terlaksananya kegiatan ini diharapkan dapat melahirjan agen perpanjangan tangan dari Bank Indonesia, yaitu tenaga pendidik untuk ikut berpartisipasi mengampanyekan CBP dan digitalisasi sistem pembayaran kepada peserta didik," ujarnya.
Adapun pengguna QRIS di Kalteng dari tahun 2021 sampai Mei 2024 bertambah 174.021 pengguna, dengan volume transaksi QRIS sebesar 1.433.245 dan jumlah merchant QRIS sebanyak 289.924 merchant.
”Kotim menempati posisi ketiga dengan jumlah volume transaksi QRIS selama tahun 2023- Mei 2024 sebesar 180.766 volume transaksi dan Kotim menempati urutan kedua di Kalteng dengan penduduk sebanyak 414.463 jiwa. Kotim dinilai sasaran yang tepat untuk penguatan literasi digital dan perluasan akseptasi QRIS," katanya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.