Terlebih di lokasi banjir yang lingkungannya banyak ditumbuhi semak belukar, seperti di Mendawai Seberang dan Kelurahan Raja Seberang.
Plt Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kobar Agus Dwi Suhartono menyampaikan, ketika ada hewan melata khususnya ular masuk ke dalam rumah, warga agar tidak melakukan penanganan mandiri.
"Berbahaya kalau tidak dibekali dengan keahlian untuk merescue ular, jadi sebaiknya segera melaporkan ke Mako Damkar agar ditangani oleh personel," harapnya.
Menurutnya, saat musim banjir seperti saat ini berbagai jenis ular kerap naik ke rumah warga, terutama di daerah bantaran sungai, terlebih di rumah-rumah yang ditumbuhi semak tinggi dan terdapat kandang ternak ayam.
"Ternak ayam juga menjadi salah satu pemicu datangnya ular dan bila perlu lubang-lubang yang berpotensi masuknya ular harap ditutup," imbuh Agus.
Selain itu, dirinya meminta agar warga terdampak banjir agar berhati-hati dengan jaringan listrik di rumahnya, terlebih rumah yang airnya sudah masuk ke dalam rumah.
"Biasanya terminal listrik bergelatakan di lantai, jadi memang harus diperhatikan dan taruh ditempat yang tinggi dan tidak terjangkau oleh air banjir," tandasnya. (tyo/gus)
Editor : Slamet Harmoko