Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kotim Tekan Biaya Produksi dengan Hadirnya Pabrik Pakan Mandiri

Gunawan. • Kamis, 25 April 2024 | 00:02 WIB

 

PABRIK PAKAN: Bupati Kotim Halikinnor didampingi Kepala Dinas Perikanan Kotim Ahmad Sarwo Oboi saat meninjau Unit Produksi Pakan Ikan di Desa Sei Ijum Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Senin (22/4).
PABRIK PAKAN: Bupati Kotim Halikinnor didampingi Kepala Dinas Perikanan Kotim Ahmad Sarwo Oboi saat meninjau Unit Produksi Pakan Ikan di Desa Sei Ijum Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Senin (22/4).

SAMPIT – Mahalnya harga pakan menjadi kendala bagi para pembudidaya ikan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Unit Produksi Pakan Ikan di Desa Sei Ijum Raya Kecamatan Mentaya Hilir Selatan bakal menjadi solusi untuk menekan biaya produksi para pembudidaya ikan.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, Dinas Perikanan Kotim sudah menganggarkan pembangunan pabrik pakan ikan, dan saat ini bangunan gudang pakan itu pun sudah 100 persen berdiri. 

"Saya sempat coba beternak ikan di Alam Salju Kelurahan Pasir Putih, sebenarnya menghasilkan, cuma terkendala di pakannya saja satu kilogram itu bisa Rp 14 ribu - Rp 15 ribu. Kalau pakan diolah sendiri, paling Rp 6.000 - Rp 7.000 per kilogram," kata Halikinnor.

Pemkab menganggarkan pembangunan pabrik pakan ikan lantaran kondisi dan keluhan dari para pembudidaya ikan. Meskipun kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbatas, namun tetap dianggarkan.

"Saat ini sudah dibangun, tinggal  menunggu pemasangan listrik. Jika listrik sudah terpasang, semoga saja bisa segera beroperasi, sehingga biaya produksi bisa ditekan, agar para pembudidaya ikan baik tambak maupun keramba bisa sedikit terbantu. Saya yakin itu bisa meningkatkan kesejahteraan mereka," tuturnya.

Beroperasinya pabrik pakan ikan di kawasan sentra perikanan terpadu Sei Ijum Raya (Sijura) tersebut saat ini masih menunggu jaringan listrik. Mesin pengolahan pakan ikan sebagian besar sudah dimiliki, seperti mesin cetak pakan tenggelam dan mesin penepung. 

"Pabrik pakan sudah siap semua alatnya, sebagian juga sudah ada mesinnya, tinggal praktik pengolahnya saja. Kalau untuk operasionalnya pabrik pakan tinggal tunggu jaringan listriknya saja," tandasnya. 

Keberadaan pabrik pakan ikan itu sangat strategis untuk membantu pembudidaya ikan dalam penyediaan pakan ikan terlebih saat pakan ikan sulit diperoleh, lantaran harganya yang terbilang cukup tinggi.

"Jika nantinya pabrik pakan operasional maka bisa menekan biaya produksi. Apalagi Kotim memiliki potensi bahan baku yang melimpah," tuturnya.

Pembuatan pakan mandiri dengan menggunakan bahan-bahan lokal menjadi hal yang penting dan terus didorong untuk memenuhi kebutuhan pembudidaya ikan dan kelompoknya.

"Untuk bahan baku tepung ikan kami memanfaatkan ikan-ikan yang tidak layak konsumsi (ikan gerabak) yang jumlahnya sangat melimpah dari nelayan setempat yang selama ini kurang dimanfaatkan, sehingga bisa menambah penghasilan bagi para nelayan setempat," pungkasnya. (yn/yit)

Editor : Gunawan.
#pabrik #kotim #pakan ikan