SAMPIT – Kabar tenggelamnya seorang pria misterius tanpa identitas di Sungai Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (9/3) sore, langsung direspons dengan upaya penyelamatan besar-besaran.
Totalitasnya tim gabungan memperlihatkan tingginya rasa kemanusiaan dalam menyelamatkan kehidupan.
Informasi dihimpun Radar Sampit, pria tersebut tenggelam saat air sungai tengah pasang di wilayah Deas Luwuk Bunter. Proses pencarian melibatkan banyak pihak, di antaranya Basarnas, BPBD Kotim, Polsek Cempaga, Koramil Cempaga, warga, dan sejumlah pihak lainnya. Kalangan pejabat pun turun tangan, termasuk Wakil Bupati Kotim Irawati.
Kepala Desa Luwuk Bunter, Kurnain mengatakan, korban sempat mengunjungi kediamannya. Dari perbincangannya dengan pria misterius itu, Kurnain menangkap keganjilan pada kejiwaan korban, karena beberapa hal yang ditanyakan dijawab dengan tertawa dan kata-kata tidak jelas.
Kurnain menuturkan, pria itu hanya mengatakan sudah berjalan jauh. Tujuannya ingin ke Timur Tengah. Melihat kondisinya, Kurnain memberikan pria tersebut sejumlah uang untuk biaya makan.
”Dia (korban, Red) cerita sudah jauh berjalan kaki dan ingin ke Timur Tengah,” katanya.
Menurut Kurnain, korban memiliki ciri kulit sawo matang, rambut ikal, dengan tinggi sekitar 170 sentimeter. Mengenakan pakaian biru malam dan jeans. Sebelum pergi, korban sempat berucap ingin mandi.
Dari kediamannya, korban langsung menuju jamban apung (lanting) di sungai, lalu terjun dengan pakaian lengkap. Pria itu sempat naik lagi ke atas lanting. Namun, setelah terjun bebas untuk kedua kalinya, korban tak lagi muncul ke permukaan. ”Padahal, sepertinya bisa saja berenang," ujar Kurnain.
Seorang warga yang menyaksikan gelagat pria itu langsung menuju lanting dan ingin menolong. Namun, pria tersebut tak terlihat lagi. Sejumlah warga akhirnya memberanikan diri turun ke sungai mencari hingga larut malam. Namun, korban belum juga ditemukan.
Setelah menerima laporan ada warga tenggelam, Camat Cempaga Adi Candra juga ikut turun dalam proses pencarian. Dia bersama Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengitari sungai sampai muara Sungai Mentaya.
”Kami juga sudah koordinasi dengan pihak perkebunan, karena ciri-cirinya seperti karyawan perusahaan perkebunan di wilayah itu. Saya minta inventarisasi, apakah ada kehilangan karyawan atau tidak,” ujarnya.
Upaya pencarian juga dilakukan pawang sungai setempat. Namun, identitas korban yang misterius menyulitkan pelacakan. Di sisi lain, BPBD Kotim menerjunkan sejumlah personel dan membangun posko di lokasi. Sejumlah relawan penyelam dikerahkan mencari korban hingga dasar sungai.
Multazam meyakini korban bisa ditemukan. Paling tidak, apabila kondisinya tidak bernyawa, biasanya jasadnya akan muncul ke permukaan sungai meskipun arusnya deras. ”Kami berharap korban segera ditemukan dengan kondisi seperti apa pun," katanya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kalteng AA Alit Supartana mengatakan, setelah menerima laporan kejadian itu, pihaknya langsung memberangkatkan satu unit SRU (Search and Rescue Unit) dari Pos SAR Sampit menuju lokasi kejadian.
Koordinator Lapangan Basarnas Dedi menambahkan, upaya pencarian hari kedua kemarin dilakukan dengan penyisiran sekitar kejadian menggunakan tiga alat sarana air. Namun, korban belum juga ditemukan.
Kapolsek Cempaga Iptu M Rochim mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan sejumlah personel untuk ikut mencari korban. ”Belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Kami minta doanya agar korban segera ditemukan,” katanya.
Kabar itu juga sampai ke Wabup Kotim Irawati. Orang nomor dua di Bumi Habaring Hurung ini langsung menuju lokasi dan ikut melakukan pencarian dengan menyisir sungai bersama tim Basarnas.
Irawati meminta semua personel yang terlibat agar tetap berhati-hati dan menjaga kesehatan. ”Tentunya kita berharap warga yang diduga tenggelam tersebut bisa segera ditemukan. Namun, untuk tim yang melakukan penyisiran harus tetap hati-hati selama di lapangan. Kita tahu di sungai ini juga ada buaya yang belakangan sering muncul ke permukaan," ujarnya.
Terkait kemunculan buaya, predator mematikan itu memang kerap muncul di sungai tersebut. Sejumlah warga setempat mengaku beberapa kali menjumpai beberapa ekor buaya dengan ukuran besar. Bahkan, sebelum hilangnya pria misterius tersebut, warga masih sering melihat buaya muncul ke permukaan sungai. (ang/yn/sir/ign)
Editor : Slamet Harmoko