Dalam momen itu, Mendag menyampaikan secara umum, harga barang kebutuhan pokok di Kota Palangka Raya terpantau stabil. Diketahui, bahwa yang mengalami kenaikan harga yaitu daging ayam dengan kisaran harga Rp 47.000 sampai dengan Rp 49.000 per kilogram.
Kenaikan tersebut diketahui lantaran fluktuasi harga ayam yang di beberapa bulan ke belakang mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.
Zulkifli Hasan menyatakan, Kementerian Perdagangan akan terus menerus menjaga koordinasi dengan pemerintah di daerah, asosiasi dan Satgas Pangan untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Menyikapi lonjakan harga ayam potong, Walikota Palangka Raya Fairid Naparin menyatakan pemerintah kota (pemkot) akan membuat kebijakan dengan menerapkan harga patokan guna menekan gejolak harga.
“Kenaikan harga ayam potong di Kota Palangka Raya menjadi perhatian serius Pemkot dalam upaya mengendalikan inflasi dan menormalkan harga di pasaran,” tegasnya.
Diakui Fairid, saat ini harga ayam potong di Kota Palangka Raya mengalami kenaikan signifikan dari bulan sebelumnya. “Harga ayam potong di pasaran saat ini berkisar Rp 47 ribu hingga Rp 49 ribu perkilogram. Di bulan sebelumnya masih di bawah Rp40 ribu. Ini tentunya akan jadi perhatian kita,”ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini upaya yang dilakukan Pemkot Palangka Raya adalah melakukan operasi pasar dan terus menjaga stok pangan di pasaran.“Kita akan mencari tahu penyebab melonjaknya harga ayam potong ini dan akan merumuskan kebijakan terkait hal itu. Untuk saat ini kita akan terus pantau dengan melakukan operasi pasar dan terus menjaga stok yang ada di pasaran,” pungkas Fairid Naparin. (daq/gus) Editor : Administrator