“Komitmen tersebut saya sampaikan saat Penilaian Kinerja Pelaksanaan 8 (Delapan) Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023. Pemkot konsisten atas hal itu. Saya berpesan, agar sejak hamil ibu-ibu harus rutin cek kehamilan ke posyandu dan minum suplemen zat besi, memberikan ASI eksklusif dan gizi yang seimbang,” ujarnya, Selasa (30/5).
Tidak bisa dipungkiri lanjut Fairid, perlu kerjasama dan sinergitas yang serius dari setiap elemen pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait, sehingga mampu mencapai hasil dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Palangka Raya.
Disampaikannya pula, Pemkot Palangka Raya telah melakukan berbagai gerakan sosialisasi dan edukasi di masyarakat. Seperti pencegahan pernikahan dini, edukasi ibu hamil dan menyusui, serta memaksimalkan edukasi terhadap masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Saya sampaikan prinsip dan komitmen bersama dengan membuat gerakan-gerakan kegiatan penurunan stunting tahun 2022. Pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya melakukan percepatan penurunan stunting untuk mencapai target prevalensi 14persen, pada tahun 2024,” papar Fairid.
Ditegaskannya, pemkot melalui dinas terkait juga akan memantau perkembangan dan pertumbuhan balita. Pihaknya akan melengkapi alat pengukur berat dan pengukur tinggi balita di seluruh Kota.
“Kalau diukur beratnya kurang dari standar, dia harus dirujuk ke puskesmas, itu namanya weight faltering. Kalau tingginya kurang, stunted. Jika ada bayi dengan gizi kurang akan mendapatkan tambahan asupan gizi dan mendapatkan pelayanan tata laksana gizi,” terang Fairid.
Ia menambahkan, stunting akan terlihat pada anak saat menginjak usia dua tahun, yang mana tinggi rata-rata anak kurang dari anak seusianya. “Sejumlah upaya pencegahan terus dilakukan pemerintah, diantaranya peningkatan gizi masyarakat melalui pemberian makanan tambahan, makanan protein.Pemkot terus bergerak terkait hal tersebut,”pungkasnya. (daq/gus) Editor : Administrator