Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng Darliansjah menyebutkan, kampung budidaya ikan ini bagian dari program pemerintah dalam menggali potensi sumber daya alam untuk pemulihan perekonomian Kalteng. Sesuai dengan instruksi pemerintah pusat.
“Gubernur memerintahkan semua perangkat untuk terus bergerak melakukan langkah-langkah terobosan dan inovasi untuk percepatan pemulihan ekonomi daerah, akibat dampak dari pandemi covid-19,” katanya, kemarin.
Darliansjah menjelaskan, kampung budidaya ikan ini sudah dibangun di beberapa daerah. Diantaranya Kabupaten Pulang Pisau dengan komoditas budidaya ikan Papuyu, Kabupaten Kotawaringin Timur dengan komoditas ikan Jelawat, Kabupaten Kotawaringin Barat dengan komoditas ikan Gabus, Kabupaten Kapuas dengan komoditas ikan Patin, dan Kota Palangka Raya dengan komoditas ikan Baung.
Pada dasarnya lanjut Dariansjah, kampung budidaya ikan ini merupakan pengembangan dari komoditas yang sudah ada di daerahnya masing-masing dan menjadi ciri khas tersendiri dari daerah tersebut.
“Dengan dibangunnya kampung budidaya ikan ini diharapkan daerah menjadi lebih fokus dalam peningkatan kinerja sektor kelautan dan perikanan, terutama peningkatan produksi perikanan di Kalteng,” ucapnya.
Darliansjah menegaskan, pemerintah provinsi yakin bahwa pembangunan kampung budidaya ikan ini dapat memberikan dampak kepada peningkatan produksi perikanan. Sehingga realisasinya diharapkan tidak hanya berdampak terhadap ekonomi masyarakat, melainkan peningkatan pemanfaatan potensi daerah.
“Peningkatan produksi perikanan memang harus dikembangkan, yang salah satunya dengan peningkatan produksi ikan lokal karena mempunyai keunggulan, nilai tambah dan daya saing pasarnya juga luas sampai ke pasar global dan bahkan ekspor,” pungkasnya. (sho/gus) Editor : Administrator