PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Fraksi Demokrasi Bangsa mendorong Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengoptimalkan pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) sebagai sumber pendanaan alternatif di tengah kebijakan efisiensi anggaran Tahun Anggaran 2026.
Juru Bicara Fraksi Demokrasi Bangsa, Rosad, menyampaikan hal tersebut dalam rapat paripurna baru-baru ini. Ia menilai optimalisasi CSR penting untuk mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor infrastruktur, seiring keterbatasan fiskal akibat pemangkasan anggaran.
Menurut Rosad, banyaknya perusahaan yang beroperasi di Kobar seharusnya dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan. Namun, pemanfaatan dana CSR dinilai belum optimal dan belum sepenuhnya menyasar kebutuhan prioritas masyarakat.
“Dengan pengelolaan yang tepat dan sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan, dana CSR dapat menjadi solusi alternatif untuk mendukung percepatan pembangunan,” ujarnya.
Salah satu contoh yang disoroti adalah proyek lanjutan pembangunan jalan Rungun menuju Makam Muslim RT 7 Desa Sei Kapitan, Kecamatan Kumai. Dari total panjang sekitar 700 meter, hingga Tahun Anggaran 2025 baru terealisasi sekitar 50 meter.
Rosad menilai proyek tersebut penting karena berkaitan langsung dengan aksesibilitas masyarakat. Ia berharap keterlibatan pihak swasta melalui CSR dapat membantu mempercepat penyelesaian pembangunan.
Fraksi Demokrasi Bangsa juga meminta pemerintah daerah segera menyusun mekanisme pengelolaan CSR yang transparan dan terarah agar kontribusi perusahaan lebih maksimal dan tepat sasaran.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kobar, Suyanto, menyatakan sepakat dengan masukan fraksi. Ia menyebut pemerintah daerah telah menjalankan program konsorsium pembangunan jalan, termasuk di bidang kesehatan dan penanganan persampahan.
“Dana CSR menjadi salah satu opsi untuk mendorong percepatan pembangunan daerah,” kata Suyanto. (sam/yit)
Editor : Heru Prayitno