Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ruang OSIS SMKN 2 Pangkalan Bun Nyaris Terbakar

Koko Sulistyo • Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04 WIB
IST/RADAR SAMPIT  KEBAKARAN: Siswa SMKN 2 melakukan penanganan mandiri pemadaman dengan APAR di ruang OSIS yang terbakar akibat korsleting listrik, Rabu (11/2).
IST/RADAR SAMPIT KEBAKARAN: Siswa SMKN 2 melakukan penanganan mandiri pemadaman dengan APAR di ruang OSIS yang terbakar akibat korsleting listrik, Rabu (11/2).

PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com – Ruang OSIS SMKN 2 Pangkalan Bun di Jalan Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), nyaris terbakar, Rabu (11/2) sekitar pukul 13.20 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik.

Petugas keamanan SMKN 2 Pangkalan Bun, Muhammad Chusaini, mengatakan kejadian bermula saat aliran listrik di sekolah tiba-tiba padam. Seorang guru kemudian berupaya mencari sumber gangguan.

“Saat dicek, guru tersebut kaget dan panik karena melihat api dan kepulan asap di bagian atas ruangan OSIS, lalu berteriak meminta tolong,” ujarnya.

Mendengar teriakan tersebut, petugas keamanan segera menuju lokasi dan memastikan sumber api berada di bagian atas ruangan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu arus pendek listrik.

Pihak sekolah sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, alat tersebut tidak dapat difungsikan karena telah kedaluwarsa.

Sejumlah siswa turut membantu proses pemadaman dengan menggunakan ember berisi air dan tangga untuk menjangkau titik api agar tidak membesar. Pihak sekolah kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Kotawaringin Barat.

Sekitar 10 menit setelah menerima laporan, empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Dwi Agus Suhartono, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan empat unit armada begitu menerima informasi kejadian.

Meski api telah padam saat petugas tiba, tim Damkar tetap melakukan pemeriksaan sesuai prosedur standar operasional (SOP) untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kejadian ini menjadi perhatian pihak sekolah untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi listrik serta memastikan seluruh peralatan keselamatan, termasuk APAR, dalam kondisi layak pakai.

“Penting memastikan seluruh alat keselamatan, termasuk APAR, dalam kondisi baik agar penanganan awal dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Dwi. (tyo/yit)

Editor : Farid Mahliyannor
#sekolahan #korsleting listrik #nyaris terbakar #Pangkalan Bun