Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BPBD Kotawaringin Barat Tangani 11 Titik Kebakaran

Koko Sulistyo • Jumat, 23 Januari 2026 | 10:26 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jalan Ahmad Yani, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Rabu (21/1) pukul 19.45 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jalan Ahmad Yani, RT 33, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Rabu (21/1) pukul 19.45 WIB

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejak awal Januari 2026, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar hampir setiap hari melakukan pemadaman di berbagai lokasi.

Tercatat sejak 9 Januari 2026, TRC BPBD Kobar bersama unsur Balakar Huma Singgah Itah, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, dan Polri telah menangani sedikitnya 11 titik kebakaran dengan total luas lahan terbakar mencapai 8,75 hektare.

Dua kecamatan yang paling sering dilanda karhutla adalah Kecamatan Arut Selatan dan Kecamatan Kumai.

Komandan Regu (Danton) TRC BPBD Kobar, Sayid Abdul Badawi, mengatakan hingga Kamis (22/1/2026) pihaknya telah melakukan 11 kali penanganan karhutla.

“Terakhir, kebakaran terjadi Rabu (21/1) malam sekitar pukul 20.30 WIB di RT 33 Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru. Kemudian pada Kamis siang kebakaran kembali terjadi di Jalan Jenderal Sudirman RT 26, Kelurahan Mendawai,” ujarnya. 

Ia mengakui, meski kelelahan, personel TRC tetap harus bergerak cepat ke lapangan guna mencegah api meluas, termasuk saat kebakaran terjadi pada malam hari dengan medan yang sulit dijangkau.

Sementara itu, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar, Andan Santana, menyebutkan dalam tiga hari terakhir personel BPBD nyaris tidak memiliki waktu istirahat. Setelah memadamkan karhutla di Batu Belaman, petugas kembali menangani kebakaran di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Sudirman.

Menurutnya, respons cepat tim di lapangan menjadi faktor utama keberhasilan pengendalian kebakaran sehingga luas area terbakar dapat ditekan.

“Dengan respon cepat, luasan lahan yang terbakar relatif kecil, berkisar antara 0,5 hingga 1,5 hektare per kejadian,” katanya.

BPBD Kobar mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang berpotensi memicu karhutla. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#Kotawaringin Barat (Kobar) #karhutla