Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Giliran Batu Belaman Kecamatan Kumai Membara

Koko Sulistyo • Rabu, 21 Januari 2026 | 20:30 WIB

 

Kebakaran hutan dan lahan di Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (20/1) pukul 20.00 WIB.
Kebakaran hutan dan lahan di Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (20/1) pukul 20.00 WIB.

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan terjadi di Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (20/1) sekitar pukul 20.00 WIB. Asap tebal disertai cahaya kemerahan dari arah belakang permukiman warga sempat membuat masyarakat panik.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat untuk meminta bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kobar mengerahkan satu unit mobil water supply beserta sejumlah personel ke lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan pemadaman dengan memanfaatkan sumber air dari mobil suplai.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar, Andan Santana, mengatakan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

“Personel kami hampir tidak beristirahat. Setelah penanganan kebakaran di Jalan Kolam dan Kapitan, malam harinya dilanjutkan pemadaman di Batu Belaman. Luas lahan yang terbakar sekitar satu hektare dan penyebabnya belum diketahui,” ujar Andan, Rabu (21/1). 

Ia menjelaskan, saat tim tiba di lokasi, api masih menyala dengan kepulan asap tebal. Proses pemadaman dilakukan bersama tim gabungan yang melibatkan relawan Hima Singgah Itah, TNI, dan Polri. Sementara itu, Polsek Kumai masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar dan pepohonan, dengan jenis lahan berupa tanah mineral.

Andan mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah cuaca panas yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas dan berdampak buruk terhadap lingkungan serta kesehatan.

“Api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan telah dilakukan pendinginan untuk mencegah kebakaran kembali. Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, khususnya pada musim panas,” pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#kumai #Kotawaringin Barat (Kobar) #karhutla