Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kondisi Pasar Saik Indra Kencana Kian Memprihatinkan

Koko Sulistyo • Senin, 5 Januari 2026 | 11:29 WIB
Kondisi Pasar Saik Indra Kencana, Kelurahan Raja, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (4/1)
Kondisi Pasar Saik Indra Kencana, Kelurahan Raja, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (4/1)

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kondisi Pasar Sayur dan Ikan (Saik) Indra Kencana di Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kian memprihatinkan. Bangunan los pasar tampak lapuk dan dinilai membahayakan keselamatan.

Warga khawatir kondisi pasar yang telah rusak parah itu semakin terancam ambruk, terutama saat cuaca ekstrem. Selain itu, minimnya aktivitas pada malam hari dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan negatif.

Padahal, sebelumnya Pasar Saik Indra Kencana merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi yang ramai dikunjungi masyarakat, khususnya warga Kelurahan Mendawai, Raja, Mendawai Seberang, dan Raja Seberang.

Namun seiring berjalannya waktu, pasar tersebut mulai ditinggalkan. Tidak hanya pembeli, para pedagang pun perlahan berpindah ke pasar lain yang lebih ramai, seperti Pasar Indra Sari.

Saat ini, puluhan lapak terlihat kosong. Sebagian besar lantai los bahkan tidak lagi beralas papan ulin karena dicuri. Dari puluhan pedagang yang pernah berjualan, kini hanya tersisa dua pedagang sayur yang masih bertahan. 

Warga berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan kembali kawasan pasar tersebut. Salah satu usulan yang mencuat adalah menjadikannya kawasan kuliner atau ruang bersantai masyarakat di tepi sungai.

“Dulu pasar ini sangat ramai, pedagang sampai meluber ke tepi jalan. Sekarang bangunannya hampir ambruk, pedagang sudah pergi, dan pembeli sangat sedikit,” ujar Ismed, warga bantaran sungai Kelurahan Raja, Minggu (4/1).

Hal senada disampaikan Khusnul, warga Mendawai. Ia berharap pasar yang menyimpan banyak kenangan bagi masyarakat Kobar itu dapat ditata kembali.

Menurutnya, kondisi pasar pada malam hari sangat sepi, gelap, kumuh, dan terkesan angker sehingga jarang dilalui warga.

“Kalau ditata ulang, khususnya untuk lapak kuliner, saya yakin bisa ramai lagi. Daripada warga berjualan di dalam gang, lebih baik disediakan tempat yang layak,” pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#Pangkalan Bun #Pasar saik