PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Amblasnya ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani Kilometer 67, tepatnya di Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, mendapat respons cepat dari PT Bangun Jaya Alam Permai (BJAP).
Kondisi jalan yang mengalami longsor tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur utama penghubung antarwilayah.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, manajemen PT BJAP langsung menyalurkan bantuan berupa penimbunan pada jembatan yang mengalami amblas.
Kegiatan penanganan darurat tersebut dilaksanakan pada Sabtu (13/12/2025), guna mencegah kerusakan bertambah parah sekaligus menjaga akses transportasi tetap bisa dilalui masyarakat.
Pimpinan PT BJAP, Charles Sipayung, mengatakan bantuan ini merupakan wujud partisipasi perusahaan dalam mendukung kelancaran akses vital masyarakat.
Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, mengingat ruas tersebut merupakan jalur penghubung antarkabupaten bahkan antarprovinsi.
“Kami bergerak cepat karena ini menyangkut kepentingan banyak orang. Terlebih menjelang Natal dan Tahun Baru, arus lalu lintas biasanya meningkat. Jangan sampai kondisi jalan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Charles.
Ia menjelaskan, penanganan sementara melalui penimbunan diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan mempermudah kendaraan yang melintas, sembari menunggu penanganan lanjutan dari instansi terkait. Pihak perusahaan juga siap berkoordinasi jika masih diperlukan dukungan tambahan.
Lebih lanjut, Charles menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT BJAP yang secara konsisten dijalankan.
Melalui program CSR, perusahaan berupaya hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat yang menyangkut kepentingan umum.
“Ini komitmen kami untuk terus berkontribusi dan membantu masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” pungkasnya. (sam)
Editor : Slamet Harmoko