PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Dalam rangka memperingati Orangutan Caring Week, Orangutan Foundation United Kingdom (OFUK) menggelar pelatihan dasar-dasar Jurnalistik Konservasi pada 14 November 2025.
Kegiatan yang berlangsung di kantor OFUK, Jalan Merak, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan ini diikuti puluhan pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Pangkalan Bun.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta Balai Taman Nasional Tanjung Puting, dan turut menggandeng Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotawaringin Barat, Syamsudin Danuri.
Para narasumber memberikan pemahaman tentang pentingnya jurnalistik konservasi sebagai sarana edukasi publik mengenai pelestarian lingkungan, khususnya satwa orangutan.
Materi pelatihan mencakup proses pengolahan informasi hingga menjadi berita yang layak dipublikasikan melalui website hingga media sosial.
Peserta dibimbing agar mampu menulis dengan baik, memverifikasi informasi, serta memahami etika dasar jurnalistik.
Antusiasme pelajar terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait teknik penulisan, etika pemberitaan, hingga cara pengambilan visual pendukung.
“Alhamdulillah peserta antusias belajar jurnalistik. Meskipun tidak semua ingin menjadi wartawan, minimal mereka mengetahui bagaimana cara menulis sebuah informasi. Termasuk ketika bermedia sosial, harapannya akan lebih baik dan teliti dalam membuat narasi,” ujar Syamsudin Danuri, Ketua PWI Kobar.
Syamsudin juga menyampaikan apresiasi kepada OFUK yang telah melibatkan PWI dalam kegiatan ini.
Menurutnya, selain untuk meningkatkan kompetensi internal wartawan, PWI juga memiliki program edukasi eksternal, salah satunya memberikan pelatihan jurnalistik bagi pelajar guna menumbuhkan literasi media sejak dini.
Sebagai penutup kegiatan, para peserta diajak melakukan praktik langsung di Suaka Margasatwa Sungai Lamandau.
Di sana, pelajar menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan dengan melakukan observasi, wawancara, hingga menghasilkan karya jurnalistik.
Praktik lapangan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus penguatan pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga kelestarian orangutan dan habitatnya.(*)
Editor : Slamet Harmoko