PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai suku dan agama di Kecamatan Arut Selatan menggelar acara silaturahmi bersama Kapolsek Arut Selatan, AKP Ratno.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Gusti Kadran, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Arut Selatan sekaligus cucu Sultan ke-13 Kesultanan Kutaringin, Pangeran Ratu Sukma Alamsyah, di Kelurahan Baru ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
Silaturahmi tersebut menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat sinergi antar tokoh agama dan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di wilayah Arut Selatan dan secara umum di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Dalam sambutannya, Gusti Kadran menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen bersama dalam merawat kerukunan antar umat beragama dan antar suku.
“Kotawaringin Barat adalah daerah yang majemuk, di mana masyarakatnya berasal dari berbagai suku dan pemeluk agama yang berbeda. Karena itu, penting bagi kita untuk terus menebar kedamaian, baik dalam kehidupan beragama maupun berbudaya,” ujar Gusti Kadran.
Ia menambahkan, silaturahmi yang kuat akan menjadi modal utama dalam meredam potensi konflik sosial dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman.
Sementara itu, Kapolsek Arsel AKP Ratno menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pertemuan lintas tokoh ini.
Ia menilai bahwa kekompakan para tokoh agama dan masyarakat di Arut Selatan merupakan salah satu faktor penting yang membuat situasi Kamtibmas di wilayahnya tetap kondusif.
“Kobar ini bisa dibilang sebagai miniatur Indonesia, dengan keberagaman etnis dan agama yang hidup berdampingan secara damai. Ini patut kita jaga bersama,” ungkap Ratno.
Ia juga menyampaikan bahwa falsafah tentang di mana bumi di Pijak disitu langit dijunjung harus menjadi pedoman bagi siapapun.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai etnis seperti Madura, Jawa, Banjar, dan Dayak.
Salah satu di antaranya adalah Martin Kungkung, Ketua Majelis Agama Kaharingan Indonesia (MAKI) Kotawaringin Barat, yang turut memberikan pandangan dan apresiasinya terhadap terpeliharanya suasana damai di Bumi Marunting Batu Aji.
“Harapan kami, kedamaian di Kobar dapat terus terjaga. Mari kita saling menghargai dan mengedepankan nilai-nilai luhur dalam bermasyarakat, berbudaya, dan beragama. Jangan hanya mengandalkan kepintaran atau pamor semata, tapi junjung tinggi rasa hormat dan persaudaraan,” tutup Martin penuh harap. (sam)
Editor : Slamet Harmoko