PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah pesisir terpadu, tepatnya di perbatasan Desa Teluk Bogam dan Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Sulitnya akses menuju lokasi membuat kobaran api terus meluas.
Kebakaran yang berlangsung selama dua hari itu menghanguskan sekitar 15 hektare lahan berupa padang savana, pepohonan, dan semak belukar. Tim gabungan dari BPBD, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Teluk Bogam dikerahkan untuk memadamkan api.
Plt Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Andan Santana menjelaskan, hingga saat ini penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.
“Kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Namun, material sisa pembakaran yang terbawa angin telah membakar semak belukar di sekitar ladang semangka milik warga,” ujarnya, Sabtu (12/10).
Menurut Andan, selain medan yang sulit dijangkau, pemadaman juga terkendala oleh minimnya sumber air. Tim hanya mampu memadamkan sekitar lima hektare dari total 15 hektare lahan yang terbakar. Peralatan seperti gepyok, jet shooter, dan mesin pemadam portabel digunakan dalam upaya pemadaman.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama saat musim kemarau, dan selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar lahan kering.
“Kebakaran memang sudah berhasil dikendalikan, namun kami tetap melakukan pemantauan guna mencegah terjadinya api menyala kembali,” tambahnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno