PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar, yang berada di Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, melaksanakan penanaman perdana bibit pohon Ulin di kawasan Wanawiyata Widyakarya, Kilometer 24 Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, belum lama ini.
Kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Kehutanan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kotawaringin Barat, Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), pengurus KTH Meniti Fajar, serta perwakilan perusahaan besar swasta (PBS) sektor kelapa sawit.
Sebelumnya, di lokasi yang sama, KTH Meniti Fajar telah mengembangkan ribuan tanaman kakao (cokelat) dan kopi, yang tumbuh subur dan menghijau. Selain itu, berbagai jenis tanaman buah juga ditanam di area tersebut.
Ketua KTH Meniti Fajar, Sarwani, menyampaikan bahwa penanaman pohon Ulin ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kelestarian hutan Kalimantan. Menurutnya, pohon Ulin saat ini semakin langka dan hampir punah.
“Penanaman pohon Ulin ini kami harapkan dapat memberi dampak berkelanjutan dan menjadi contoh pelestarian lingkungan. Ini untuk masa depan anak cucu kita,” ujar Sarwani.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata KTH Meniti Fajar dalam menjaga ekosistem hutan serta mendukung pelestarian jenis pohon endemik Kalimantan.
Di sisi lain, Sarwani juga menjelaskan bahwa saat ini mereka tengah membudidayakan sekitar 5.000 tanaman kakao dan 5.000 tanaman kopi di lokasi yang sama. Tanaman tersebut nantinya akan dikelola melalui KUPS Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).
Menurutnya, prospek kakao cukup menjanjikan sebagai sumber peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar hutan.
“Tanaman kakao punya prospek cerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sekarang tanaman-tanaman itu mulai berbunga, dan perkembangannya sangat menggembirakan,” ujarnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno